Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#WriterChallenge ~ Masa Lalu

Taukah kau, seberapa jauh kita terpisah? Beribu tahun cahaya, mungkin. Jarak kita tak hanya bentangan jalan. Tapi waktu. Aku terpisah begitu jauh denganmu. Kau, masa lalu.

Mungkin tak pernah terpikir olehmu akanku. Seperti aku yang selalu menyelipkan kau pada sel-sel otakku. Masih sama seperti dulu. Seperti ketika kita masih berseragam putih biru. Kau yang tertahbiskan sebagai cinta pertamaku.

Pada satu waktu, kita sempat berpapasan. Saling menyapa. Melempar senyum. Sedikit bercerita. Dan kau, dengan mata teduh yang selalu kurindu itu, masih tetap menyimpan rahasia yang dulu pernah kuungkap padamu. Kau pernah tau, bahwa dulu rasaku tertuju padamu. Utuh. Pada sebentuk polos cinta pertama. Yang sebelumnya tak kumengerti apa. Tapi kau tak pernah tau, bahwa rasaku masih tertanam utuh padamu. Hingga kini.

Hingga ketika aku tau, bahwa kau tak berjalan sendiri lagi. Karena telah  kau tautkan jemarimu padanya. Perempuan beruntung yang telah memberimu dua malaikat kecil. Dan aku, dengan segala rasaku yang tak pernah berubah, hingga kini.

Entah, aku tak pernah paham, apa yang mengikatku dengan kau. Hingga kini, aku masih menjadi perempuan bodoh yang membawa-bawa masa lalu, yang harusnya terpisah bertahun-tahun dengan hidupku. Tapi tidak denganku. Aku masih tetap menyimpan harap, bahwa kelak kau akan melihatku sebagai seorang perempuan setia, yang menyimpan rasa begitu dalam, hingga aku tak pernah tau sebesar apa rasa yang telah terbentuk bertahun-tahun itu.

Tertatih aku menghadapi masa kini dan masa depan. Menyeret-nyeretmu dalam lingkaran hidupku yang tak pernah berujung. Taukah kau, betapa ingin aku lepas dengan segala masa lalu yang membelit. Tapi tak pernah bisa. Bukan, bukan tak bisa, tapi tepatnya aku tak mau. Betapa rapi aku menyimpan mimpi. Betapa setia aku merawat cinta yang tak pernah terbalas ini. Berharap kelak, kau akan menyadarinya. Ketika pada satu putaran waktu, entah karena sebuah pertemuan, atau sebuah ingatan padamu, engkau akan menyadari. Bahwa ada sebuah hati yang tertambat begitu lama padamu.

Maka, pada saat ini, biarkan aku memupuk segala rindu yang tak pernah pupus ini. Akan kubiarkan segala kebodohan yang aku mulai bertahun lalu. Meski aku tau, bahwa walaupun aku menempuh jarak ribuan tahun cahaya, tetap tak mungkin aku kembali pada masa itu. Suatu masa ketika dengan polosnya Cupid, putera Aphrodit, melesatkan panahnya hanya padaku, karena panah yang dia lesatkan padamu pada saat bersamaan, meleset jauh. Maka, biarkan aku bersahabat erat dengan masa lalu yang akan kubawa kemanapun. Hingga kelak takdir yang akan memutuskan, apakah aku tetap terjebak dengan masa lalu ini, atau bertemu dengan masa depan.

 

 

Tulisan ini untuk #WriterChallenge hari ke #6 dengan tema ~ Jarak

3 responses to “#WriterChallenge ~ Masa Lalu

  1. Teguh Puja 22 Agustus 2012 pukul 1:26 pm

    Terpisahkan waktu. Satu ukuran ‘jarak’ yang tak mudah untuk dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: