Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#WriterChallenge ~ Bayangan

Aku menatap langit yang bergradasi menjadi kelabu. Menebak-nebak, apakah sebentar lagi akan turun hujan, atau angin akan menghembuskan awan dan mengalihkan hujan pada lain tempat. Kurebahkan tubuhku ke hamparan pasir putih. Merasakan induk jantan remis sesekali menggelitik kakiku. Merasakan pasir basah yang lengket dipunggungku.

Kamu pasti tak akan pernah lupa, hampir setiap bulan kita ke pantai ini. Menunggu senja luruh. Mengambil beberapa moment sunset yang tak pernah bosan kita kagumi. Berkejaran dipinggir pantai. Berenang menjauhi bibir pantai, dan berlomba siapa yang bisa berenang sampai ke pantai. Membantu ibu-ibu setempat mencari remis untuk makan mereka sehari-hari. Dan segala kenangan yang tersimpan begitu rapi di benakku. Dan tak akan pernah aku lupa. Bahkan hingga kini.

Kamu pasti selalu ingat, setiap kali menjemputku di kampus. Menunggu di bawah pohon tanjung yang kalau mekar selalu menjatuhkan serbuk sari, sehingga memenuhi rambut gondrongmu. Lalu aku akan mengabadikanmu melalui kamera ponsel murahanku, lalu menunjukkannya kepadamu yang merengut kesal. Atau, ketika kita tenggelam dalam buku masing-masing, yang berjudul sama, dan kemudian mendiskusikannya. Tak urung penilaian kita pada satu buku sama.

Begitu banyak yang tak ingin aku lepaskan. Segala kenangan yang terpahat hari demi hari. Entah, apakah kau masih mengingat segala waktu yang pernah kita lewati dulu. Berdua. “Me and you, against the world!!!”. Sebelum meninggalkan pantai ini, selalu itu yang kau teriakkan, sambil memegang erat tanganku. Lalu memelukku.

Aku pernah mengenal bahagia. Hanya ketika bersamamu. Hanya pada saat itu. Aku menjadi seorang yang begitu kuat, bahkan ketika aku terjatuh menghadapi begitu banyak hal yang jika aku sendiri, tak akan sanggup menghadapinya.

Aku menghela nafas. Melipat kedua tangan dibawah kepala. Langit masih kelabu. Mungkin sebentar lagi akan hujan. Aku butuh sebentar lagi disini. Aku masih begitu merindukanmu. Merindukan segala kenangan yang aku lewati bersamamu setiap jam.

Aku yakin, dari atas sana kau sedang memarahiku. Itu sebabnya kemudian langit menggelegar. Ya, baiklah. Aku pulang sekarang. Meskipun aku masih begitu merindukanmu. Bukan aku saja yang merindukanmu, tapi juga anak kita. Lihat, dia tumbuh begitu sehat.

Aku begitu yakin, dimanapun aku berada, kau pasti akan selalu bersamaku. Itu sebabnya hingga hari ini aku mampu menghadapi apapun. Apapun. Bahkan, menghadapi berbagai pertanyaan anak kita kelak tentangmu. Ayahnya, yang meninggalkan dia bahkan sebelum dia melihat dunia. Tapi kelak, dia akan mengenalmu dengan baik. Karena, kau seperti bayangan kami. Akan tetap berada didekat kami, memperhatikan dia tumbuh dan berkembang. Karena kau tak akan pernah membiarkan kami sendirian menghadapi dunia ini.

Langit benar-benar gelap sekarang. Sayang, mari kita pulang.

Aku menggandeng lembut tangan istriku. Memandangnya sambil tersenyum. Aku, tak akan pernah membiarkan kalian sendirian. Aku yang akan memastikan, meski kita sekarang ada di dunia yang berbeda, sama seperti bayangan, aku akan berada disekitar kalian. Menjaga dan memperhatikan, seolah aku tak pernah pergi.

Tulisan ini untuk #WriterChallenge hari ke #11 dengan tema ~ Bayangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: