Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#WriterChallenge ~ Dibawah Pohon Maple

Seperti biasa jelang musim gugur, saya selalu menghabiskan waktu dibawah pohon maple, ketika sedang menunggu kuliah berikutnya. Menikmati jatuhnya daun-daun maple yang terserak disekeliling. Diatas diktat kuliah dan laptop yang out of date, yang sudah setia menemani saya selama 2 tahun ini, dan baterenya masih awet.

Setahun sudah saya di Kyoto, sebuah kota yang terletak di pulau Honshu, Jepang. Tuhan Maha Baik. Berkali-kali saya apply lamaran beasiswa, baik melalui DIKTI, atau langsung ke universitas yang dituju, akhirnya  jawaban dan berita kelulusan justru datang dari Kyoto University. Dan disinilah saya sekarang. Setahun disibukkan dengan kuliah dan riset, agar lulus tepat waktu dan kembali ke kampus. Kembali mengajar dan membuktikan kepada mereka, bahwa apa yang saya dapat tak cuma sekedar gelar Master, tapi juga ilmu yang akan saya bagikan.

Ah, susah untuk melupakan cibiran dan pandangan rendah dari teman-teman dan adik-adik kelas yang sudah menyelesaikan S2 mereka,  jauh sebelum saya. Membayangkan, bagaimana saya yang angkatan pertama, betah hanya sebagai asisten dosen selama bertahun-tahun. Yang lebih membuat saya terlecut lagi adalah, ketika saya harus menjadi asisten seorang adik kelas yang berjarak 4 angkatan dari saya, dan baru saja menyelesaikan S2-nya di Malaysia.

Semakin sering mereka merendahkan, maka semakin banyak aplikasi yang saya kirimkan. Bertahun-tahun menerima penolakan, akhirnya Tuhan membayar seluruh kesabaran saya dengan sebuah surat penerimaan. Sesuai dengan target yang telah ditentukan, setahun lagi saya harus lulus. Tak ada waktu untuk bersenang-senang, meski saya sedang di Jepang. Tempat dimana Galneryus hampir setiap hari berkumandang di radio lokal. Ada waktunya nanti saya akan membayar kerja keras ini dengan kesenangan yang jauh lebih menyenangkan dari pada ini.

***

Saya menekuri lagi laptop yang berisi essay yang harus saya kirimkan. Kemudian, satu tepukan dipunggung menyadarkan saya.

“Ini, tolong daftar nilai ini dimasukin ke portal ya. Kalau udah selesai, berkasnya letakkan di meja saya.” Saya mengangguk lemah, mengenyahkan lamunan tentang Kyoto, menutup file essay yang akan saya kirimkan bersama aplikasi kesekian dan mulai mengerjakan perintah dari adik kelas saya yang berjarak 4 angkatan yang baru menyandang gelar Master 5 bulan yang lalu.

Tapi kelak, saya akan berada disana. Tempat dimana saya bisa menyentuh merah dan kuningnya daun maple dengan tangan saya sendiri, pada suatu musim gugur.

Tulisan ini untuk #WriterChallenge hari ke #12 dengan tema ~ Khayalan

6 responses to “#WriterChallenge ~ Dibawah Pohon Maple

  1. Teguh Puja 27 Agustus 2012 pukul 7:56 am

    Khayalan yang benar-benar diikhtiarkan, akan berbuah menjadi mimpi yang bisa diwujudkan.😀

  2. Lambertus Hermawan 27 Agustus 2012 pukul 11:54 am

    Oouch.. kenyataan muncul di belakang. baca ini saya kok merasa sedih ya?

  3. Nona nDue 27 Agustus 2012 pukul 2:43 pm

    Insya allah, mbak.😉

    walau baca endingnya buat saya sedih, tetapi semoga khayalannya bisa mewujud menjadi nyata.

    Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: