Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Selamat Jalan

Kemarin malam, kami semua dapat sms dari David, salah satu sahabat terbaik saya yang mengabarkan bahwa ibundanya telah berpulang. Mengingat sakit yang dialami, seharusnya kami tidak kaget lagi. Tapi tetap, berita duka itu membuat kaget juga. Syahrul malah sedikit shock. Mengingat apa yang telah dilakukan keluarga Dave untuk kesembuhan Maminya, rasanya tak adil jika akhirnya harus ‘pulang’ juga. Tapi memang, Tuhan selalu punya rencana yang terbaik untuk umatNya.

Bagi kami, Dave tak sekedar teman, rekan kerja, tapi juga saudara yang dipertemukan Tuhan pada satu jalan yang tak disangka. Mungkin ini yang disebut dengan jodoh. Dalam hubungan pertemanan, garis jodoh juga diperlukan, bukan? Maka, hari ini sepulang kerja, kami sepakat untuk melayat ke rumah duka.

Kami sempat menerima tatapan heran dari orang-orang yang juga melayat. Kami berkumpul didepan rumahnya dan ada tiga perempuan berjilbab, duduk dirumah duka seorang teman yang Nasrani. Dan ketika bertemu David, saya memeluknya. Kami tak sekedar sahabat, tapi seperti keluarga. Saya seperti merasakan kesedihan yang dirasakannya sekarang.

Bagi saya, ini seperti mengingatkan kembali pada delapan tahun yang lalu, ketika Emak pergi. Berbagi sedikit tentang apa yang dulu terjadi, pasti tak akan mengurangi kesedihan Dave. Tapi paling tidak, saya hanya ingin bilang bahwa, he’s not alone. He has his beautiful wife and daughter and his family. They need him to be tough. Tak ada yang mudah ketika orang yang kita cintai berpulang, apapun alasan kepulangannya. Tapi sekali lagi, Tuhan selalu punya rencana yang terbaik untuk umatNya. Memang, tak akan mudah melewati saat-saat seperti ini. Bagi saya dulu, seperti ada lubang besar dalam hati yang meloloskan apa saja yang melewatinya. Tak usah berpikir untuk masa depan, saat itu, mengembalikan semangat untuk melanjutkan kuliah pun seperti tak ada.

Dan itu juga tak mudah bagi keluarganya. Mungkin buat kami yang ditinggal oleh seorang Ibu, lebih memilih untuk merawat Ibu yang sakit. Karena paling tidak, setiap hari kami melihatnya bernafas, ada disisi kami. Seperti itu juga yan dirasakan keluarganya. Dan bagi seorang ayah, kehilangan istri yang dicintainya, tak akan pernah mudah. Memandang wajah Ayahnya tadi, saya seperti melihat wajah sedih Ayah delapan tahun yang lalu.

Tapi waktu, adalah sahabat terbaik bagi kesenangan dan kesedihan. Maka, hanya dengan waktulah kita bisa melewati dan menyembuhkan apapun. Paling tidak, Dave sudah memenuhi permintaan ibunya untuk menikah. Dan sebelum pergi, Ibunya telah melihat si cantik Stefanny, paling tidak, Tante bisa pulang dengan damai. So Dave, please be tough. You know where to find us if you need something😉

Selamat jalan, Tante. Terima kasih telah melahirkan seorang David yang kini menjadi saudara kami.

 

PS : To Dave, Putri dan Stefanny dan keluarga Hutagalung. Be tough. Dan ikhlas🙂

 

 

3 responses to “Selamat Jalan

  1. tomspice 12 September 2012 pukul 2:44 pm

    memang lah yang paling sedih adalah ketika ditinggal ibu. pas ayah meninggal, masih bisa tabah. tapi ketika ibu meninggal, seperti seluruh jiwa raga juga ikut pergi. saya yang juga mengalami hal yang sama, bisa ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga david. semoga bisa selalu tabah. jangan lupa untuk terus mendoakan ibu nya setiap hari.

    • weirdaft 14 September 2012 pukul 11:24 pm

      ah iya, Tom. sama. buatku bahkan, ibuku hanya “pergi” sebentar, “besok” pasti dia akan datang lagi :’)

      rasanya memang sakit ya, t

    • weirdaft 14 September 2012 pukul 11:24 pm

      ah iya, Tom. sama. buatku bahkan, ibuku hanya “pergi” sebentar, “besok” pasti dia akan datang lagi :’)

      rasanya memang sakit ya, Tom. sangat sakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: