Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Jembatan Penyeberangan

Sesuai dengan namanya, jembatan yang letaknya diatas jalan raya itu memang diperuntukkan untuk menyeberang. Apalagi di kota sepadat Medan, yang jalan-jalan utamanya memang lebar. Dan Zebra Cross yang seharusnya untuk pejalan kaki menyeberang, lebih sering tak dihiraukan para pengendara yang tak pernah sabar untuk menunggu lampu merah berubah hijau hanya dalam waktu kurang dari 2 menit. Sehingga merasa perlu untuk melanggar batas Zebra Cross.

Nah, siang tadi, saya menemani Fitri, teman sekantor yang ada keperluan ke salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia. Dan saya yang juga baru menerima ATM dari kampus untuk pembayaran honor, butuh untuk mengaktifkan ATM saya. Sebelumnya, kami ke kantor pos dulu. Karena malas bawa motor, akhirnya kami naik angkot dan turun didepan Gedung Bank Indonesia. Jalanan siang tadi cukup padat, sehingga agak susah untuk menyeberang. Jadi, saya ajak Fitri untuk menyeberang melalui jembatan penyeberangan, supaya lebih aman. Fitri awalnya menolak, dia bilang keringat dingin kalau menyeberang dari atas jembatan. Tapi, demi keamanan, akhirnya dia ikut menyeberang melalui jembatan penyeberangan.

Tangga yang ada memang cukup kokoh, tapi, ketika kami mulai berjalan diatas jembatan, dimulailah kengerian itu dari Fitri. Dengan gugup Fitri mulai melangkah pelan. Dan semakin gugup, ketika seorang gelandangan yang sedang tidur disitu terganggu dengan langkah kaki kami. Spontan saya melihat ke lantai jembatan, dan mengertilah saya, kenapa Fitri bisa segugup itu. Beberapa bagian lantai jembatan memang bolong, sehingga kami bisa langsung melihat ke bawah yang jelas-jelas adalah jalanan/aspal dan kendaraan yang lalu lalang.

Saya yang tadinya santai, mau tak mau ikut-ikutan gugup, lalu mempercepat jalan, sehingga lantai agak sedikit bergoyang. Dan lega luar biasa ketika akhirnya kami sampai disisi seberang dan mulai menuruni tangga. Hasilnya adalah, Fitri keringat dingin :))

Miris melihat fasilitas publik yang tak terawat dan terkesan asal-asalan ketika dibangun. Lantai yang bolong dan bergoyang ketika dijalani memang akan mengurungkan niat orang-orang untuk menyeberang diatasnya. Lebih baik beresiko ditabrak kendaraan, dari pada gugup atau kemungkinan terburuknya adalah jatuh dari atas jembatan ke aspal.

Seharusnya, pemerintah kota mulai meninjau fasilitas publik dan melakukan pemeliharaan seperti Jembatan Penyeberangan itu. Dibeberapa tempat yang sering saya lewati, lebih parah lagi. Tangga dari jembatan penyeberangan juga sudah tak ada lagi. Tinggal jembatannya saja yang berdiri sia-sia tanpa bisa dipergunakan. Dan orang-orang tetap menyeberang dibawahnya dengan resiko yang cukup besar. Sehingga jembatan penyeberangan tidak bisa digunakan sesuai dengan fungsinya

Iklan

5 responses to “Jembatan Penyeberangan

  1. pursuingmydream 3 November 2012 pukul 2:51 pm

    Kalau jembatannya tidak dirawat dan bolong2, jangan salahkan orang2 yg nyebrang dijalan dan tdk pakai jembatan ya, kalau jatuh apa pemerintah tangung biaya perawatannya :D.

  2. alfakurnia 4 November 2012 pukul 1:44 pm

    Emang sayang ya kalau jembatan penyeberangan nggak dirawat. Jadi bolong-bolong dan tempat istirahat gelandangan. Penyeberang jalan juga akan males karena takut jatuh atau malah jadi korban kejahatan. Tapi jembatan penyeberangan yang layak dan bagus pun belum tentu bisa dinikmati pejalan kaki karena harus bersaing dengan sepeda motor yang malas muter jauh untuk bisa ke arah yang berlawanan.

    • weirdaft 5 November 2012 pukul 12:03 pm

      berarti memang, persoalan jembatan penyeberangan ini memang gak segampang fungsinya ya, mbak. pdhl sekedar buat nyebrang dgn aman doang, tapi kok ya yg ada malah gak aman sendiri nyebrang di jembatan penyeberangan.atau karena mgkn kita memang belum mampu ya memelihara fasilitas publik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: