Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Demo Yang Menyusahkan

Jadi, hari ini saya pulang telat, karena harus menyelesaikan laporan. Biasanya, setelah jam 6 sore, jalanan yang saya lewati dari kantor nggak terlalu macet. Jam macet itu biasanya dimulai dari jam 4 sampai jam setengah 6. Nah, waktu tadi keluar kantor, langsung kaget liat jalan Prof HM Yamin sudah sepanjang itu macetnya. Tumben nih. Tapi biasanya macet itu cuma sebagian jalan aja. Ternyata setelah kami mulai jalan lagi, macetnya makin parah. Beberapa ruas jalan yang macet bahkan tak bergerak kendaraannya.

IMG_1363 IMG_1362

Akhirnya kami mulai mencari jalan alternatif. Mengelilingi seperempat kota Medan mungkin. Tapi sama aja. Jalanan dikuasai kendaraan yang tak sabar untuk melaju. Di setiap jalanan utama kota Medan, macet menguasai. Dan setelah berputar-putar mencari jalan-jalan alternatif lain yang kira-kira nggak terlalu macet, akhirnya balik lagi ke jalan yang biasa kami lewati (DUENGGGGG!!!). Dan setelah kurang lebih 1 jam (atau 1,5 jam), akhirnya kami bisa tiba di rumah dengan selamat. Phew. Alhamdulillah.

Setelah sampe rumah, baru tau ternyata penyebab kemacetan itu tak lain dan tak bukan adalah Demonstrasi Mahasiswa, sodara-sodara!! Para oknum mahasiswa yang melakukan demonstrasi ini berasal dari Universitas yang namanya memang cukup terkenal seantero Medan. Nommensen. Yang oknum pelaku demonya memang sering melakukan demo yang rusuh. Kalau sekedar bakar ban sih, mungkin masih bisa maklum. Tapi oknum-oknum yang ini malah sering merusak pos polisi dan fasilitas publik lainnya yang saya bayar dengan uang pajak saya. Bahkan suka seenaknya memblokir jalan dan menyebabkan kemacetan parah seperti hari ini.

Penyebab demo masih simpang siur. Menurut berita yang beredar, mereka berdemo karena salah seorang kawan mereka meninggal dunia karena kecelakaan yang disebabkan polisi. Anehnya, mereka bukannya demo langsung ke Poltabes Medan yang jaraknya hanya beberapa meter dari kampus mereka, malah memblokir jalan yang menyebabkan macet parah di wilayah Medan dan sekitarnya. Tapi, apapun masalah mereka dengan polisi, tak sepantasnya mereka menyusahkan masyarakat pengguna jalan. Dan ini bukan sekali ini mereka memblokir jalan. Saya yang berkantor melewati kampus mereka, sering merasakan macet yang bikin suntuk kalau mereka sudah mulai demo. Demo yang mereka lakukan lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. Kalau dulu, mungkin, pelaku demo lebih berpihak pada rakyat, tapi apa yang mereka lakukan lebih sering karena masalah pribadi yang seharusnya bisa diselesaikan dengan pertemuan kedua belah pihak.

Nggak tau, sampai kapan salah satu kampus tertua di Medan itu akan terus dicap sebagai kampus yang suka rusuh kalau demo. Sayang sebenarnya. Kalau dulu, kata om saya, Nommensen merupakan kampus yang disegani karena mencetak alumni yang bagus. Tapi sekarang, mungkin perusahaan pun berpikir dua kali kalau menerima salah satu dari oknum tersebut. Entahlah.

Semoga, apapun masalah yang nantinya akan mereka hadapi, bisa lebih dingin dan normal mereka menyikapinya. Karena saya sebagai masyarakat pengguna jalan, benar-benar muak karena sering kali dirugikan oleh ulah oknum-oknum mahasiswa Nommensen.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: