Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Sebuah Puncak

Udara di puncak lebih hangat daripada yang diduga oleh orang-orang lembah, khususnya pada musim dingin – Nietzsche

Kalimat itu saya baca pada bagian Pendahuluan di buku Mafia Manager karangan V, seorang capo yang mempunyai beberapa tempat tinggal di seluruh dunia, dan lokasinya dirahasiakan dengan ketat. Capo sendiri artinya adalah kepala mafia. Buku ini saya beli pada Januari 2006, atas rekomendasi seorang kakak kelas yang dengan sukses menyeret saya menjadi murid seorang Godfather.

Bukan tanpa alasan saya menulis tentang ini, teringat lagi dengan status Facebook penuh kemarahan yang saya tulis pagi tadi,

Kelak, mereka yang berada di puncak juga pasti akan turun ke bawah. Entah karena gravitasi atau karena dijatuhkan oleh orang lain yang juga ingin menghirup udara di puncak. Semua hanya soal waktu😉

Sekilas, mungkin kedua quote diatas mirip. Saya memang terinspirasi dengan kalimat Nietzsche tersebut. Dan kemarahan yang terlihat oleh seorang teman yang langsung menelpon saya ketika membaca status saya pagi itu, memang ditujukan khusus untuk mereka yang merasa saat ini berada di atas angin, sehingga berhak untuk menekan orang lain dengan kekuatan yang dimilikinya. Saya marah, terlebih dengan diri saya sendiri karena tak bisa melawan ketika tekanan demi tekanan seolah mendatangi saya tanpa ampun. Pada saat saya sedang belajar merangkak. Belajar memahami.

Beberapa orang yang saat ini  mungkin sudah khatam menguasai bagian demi bagian yang tertulis dalam Mafia Manager, memahami dengan sangat apa yang diurai Macchiavelli sehingga berada pada posisi puncak seperti saat ini, mungkin lupa satu hal. Bahwa,

Dunia ini milik si penyabar – V (Mafia Manager)

Bahwa ada saatnya keadaan akan berbalik arah. Bahwa V juga mengajarkan kepada para pembacanya, bagaimana mengelola diri sendiri. Tak bijak rasanya menekan orang yang sedang belajar merangkak dan mencari tau segala sesuatu yang baru dilingkungannya tanpa bimbingan apapun. Karena, orang yang sedang tertekan bisa saja belajar banyak hal dari tekanan demi tekanan yang diterimanya. Bagaimanapun,

Kesalahan yang dibuat oleh bapak-bapak pendiri itu adalah kekeliruan pertimbangan yang digerakkan oleh satu penyebab tunggal yang sepele, klasik dan manusiawi : harga diri. Orang-orang tersandung batu, bukan gunung – V (Mafia Manager)

Kemarahan demi kemarahan yang tersimpan saya harap tak meledak. Karena ketika saya marah, maka saya akan melakukan kebodohan yang fatal, yang akan merugikan diri saya sendiri. Saya sangat paham itu. Sepertinya, saya memang harus membaca ulang lagi Mafia Manager ini, untuk belajar mengendalikan diri sendiri dan kemarahan. Belajar menyembunyikan apapun sehingga tak terlihat, jika pun terlihat, seharusnya hanya samar dan tak tertebak. Seperti tahun-tahun dulu. Ketika saya hafal kalimat demi kalimat yang tertulis di buku The Godfather.

Sebagaimana kita semua ketahui, ruang di puncak itu luas, meskipun tidak cukup luas sehingga orang bisa duduk-duduk santai – V (Mafia Manager)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: