Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Merdekakah Setelah 68 Tahun ?

Itu adalah sebuah pertanyaan. Merdeka dalam arti yang sebenarnya.

Tak bisa kita pungkiri, apalagi membalas jasa-jasa para pahlawan yang sudah mengorban segala yang mereka miliki untuk mengibarkan Merah Putih tercinta di bumi Indonesia. Sejarah sudah banyak bercerita tentang pengorbanan luar biasa yang diberikan para pahlawan dari Sabang sampai Merauke untuk menyatukan Nusantara dalam sebuah naungan NKRI. Melawan penjajah yang ingin menguasai bumi pertiwi, sampai tetes darah terakhir.

Tapi sekarang, setelah 68 tahun kemerdekaan, saya rasa para pahlawan yang kini sudah terbaring tenang, akan sedih melihat apa yang sudah dilakukan para pemimpin kita untuk negeri yang mereka perjuangkan dengan segenap jiwa dan raga. Berbagai kasus menerpa silih berganti seolah tak pernah habis. Berbagai kejadian memaksa ibu pertiwi menangis dan terus menangis tanpa ada yang bisa menghibur atau sekedar menjelaskan kepadanya, alasan mengapa kejadian demi kejadian buruk harus terjadi di Nusantara tercinta ini.

Dulu, ketika negeri ini masih tertatih untuk bangkit, duet pemimpin luar biasa yang tak akan pernah ada lagi, Soekarno dan Hatta, rela hidup susah. Hanya mengambil apa yang menjadi hak mereka. Sekarang, ketika negeri ini pun terpuruk, para pejabatnya seolah berlomba-lomba untuk mengambil keuntungan dari Nusantara. Mereka lupa, untuk apa mereka diberikan amanat oleh rakyat untuk duduk di singgasana mereka. Mereka lupa, bahwa mereka seharusnya tetap berjuang untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan golongannya. Maka, apa masih pantas kita menyebut bahwa kita merdeka, sementara para pemimpin sendiri adalah penjajah bagi rakyatnya?

Ketika Drs Mohammad Hatta melakukan tindakan nyata dengan segala kejujuran dan kesederhanaan yang dia miliki, lihat bagaimana pejabat sekarang justru memperkaya diri dan keluarganya. Lalu, kenapa sekarang para pejabat justru berbangga diri duduk di singgasana mereka, tanpa pernah melihat bagaimana bukti nyata yang dilakukan Mohammad Hatta?

Maka, merdekakah kita setelah 68 tahun ?

Bagaimanapun, Selamat Ulang Tahun Nusantara, negeri tercintaku. Semoga dengan segala kebrutalan para pemimpin yang menjarah setiap lekuk dirimu, engkau masih tetap bertahan dengan tegar. Dariku, yang tak pernah sempurna mencintaimu.

 

“Hari siang bukan karena ayam berkokok, akan tetapi ayam berkokok karena hari mulai siang. Begitu juga dengan pergerakan rakyat. Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.” – Mohammad Hatta

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: