Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Waiting For You

Nak,

Saat ini kami sedang menghitung hari, menyambut kedatanganmu dengan segala rasa yang bercampur aduk. Semoga Allah mempertemukan kita dalam kebaikan ya. Tak sabar rasanya. Sembilan bulan sudah kamu ada dalam perutku. Membawamu kemana saja, tanpa pernah menghiraukan, betapa beratnya kamu didalam sana. Menjagamu, agar tetap baik-baik saja sampai saatnya nanti kami bisa menyentuh tangan mungilmu yang selama ini kami raba-raba saja dari luar perutku yang setiap hari semakin membesar.

stork-and-carrying-baby

Nak,

Tumbuhlah sehat didalam sana. Sehingga ketika akhirnya kau menghirup udara dunia ini, mendatangi kami dalam tangisanmu yang kencang, seolah memperingatkan kami, bahwa telah datang kekuatan baru yang akan membuat ikatan aku dan ayahmu menjadi semakin kuat, Insya Allah.

Nak,

Semoga ketika kita bertemu nanti, kau tak kecewa ketika berhadapan dengan ibumu yang serba tidak tau apa-apa ini. Tantangan apapun yang ada didepanku, tak akan ragu aku selesaikan dengan penuh tekad. Tapi, mempersiapkan kedatanganmu, betapa mencemaskan. Aku takut, kelak tak bisa memenuhi harapanmu, untuk bertemu dengan seorang ibu yang sempurna. Tidak seperti aku.

Tapi Nak,

Aku, ibumu, akan terus belajar untuk memberikan yang terbaik untukmu. Jika pun kelak sebentuk kebaikan itu adalah sebuah tangisan atau pun peringatan keras untukmu, yakinlah bahwa itu kami lakukan hanya karena kami ingin yang terbaik untukmu.

Nak,

Kita akan belajar bersama, ya. Kamu, aku dan ayahmu. Kita akan belajar bersama untuk menghadapi kerasnya dunia ini. Bersama Allah, tentu saja. Kita akan belajar bersama, untuk selalu mencintaiNya. Kita mungkin sesekali akan terjatuh, akan tertatih. Tapi kita akan tetap bangkit berdiri untuk menghadapi apapun didepan sana.

Nak,

Semoga kamu akan memaklumi kekurangan orang tuamu yang sedang belajar untuk menjadi orang tua yang baik.

Sampai bertemu beberapa hari lagi, Nak.

Aku,

Ibumu

:’)

 

PS : Pic from here

2 responses to “Waiting For You

  1. Rini Astuti Handayani 16 September 2013 pukul 12:51 pm

    Mbak Wirda.. aku baca ini merinding, dan entah kenapa aku terharu banget.🙂

    Barakallah yah, Mbak. Semoga yang ditunggu dedek bayinya menjadi anak yang didambakan oleh orang tuanya. Amin.

    • weirdaft 24 September 2013 pukul 12:48 pm

      :’)

      waktu itu nulisnya diantara gelisah dan khawatir, Ndue. Dan sekarang, ketika udah keluar, rasanya lega luarbiasa.

      Makasih ya atas doa2 baiknya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: