Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#30HariNgeblog : The Best Movie, Ever

Hari ke – #11 : “Review 1 film favorit”

Kalau ditanya apa film favorit saya, maka jawabannnya akan banyak sekali. Terlalu banyak. Saya suka film-filmnya Tom Cruise, Brad Pitt, Jodie Foster, Tom Hanks, Denzel Washington, Bruce Willis, Julia Robert, Al Pacino, Robert De Niro, banyak lah pokoknya. Tapi karena berhubung yang diminta adalah 1 film favorit, maka saya punya satu film yang menurut saya adalah terbaik sepanjang masa.

The Godfather Trilogy.

the_godfather_the_godfather_trilogy_wallpaper-1280x800

Banyak cerita yang melatarbelakangi kenapa saya suka film yang dibintangi oleh pemain-pemain bintang ini. Marlon Brando, Al Pacino, Robert Duval, James Caan dan Diane Keaton. Film ini based on novel by Mario Puzo, dan skenarionya juga ditulis oleh Mario Puzo. Penulis favorit saya. Yang jelas, ‘ajaran-ajaran’ yang ada didalam novel dan filmnya pernah begitu merasuki saya dan menjadikan saya mahluk paling aneh di kampus.

The Godfather adalah sebuah film tentang mafia Italia yang tinggal di Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Don Vito Corleone (Marlon Brando). Seorang pemimpin bijaksana dalam keluarganya. Di Amerika sendiri banyak ‘keluarga-keluarga’ yang mempunyai jaringan bisnis yang akhirnya menjadi monopoli dan tak jarang membawa mereka dalam sebuah pertikaian. Don Corleone mempunyai 3 orang anak, yaitu Sonny (James Caan), Michael (Al Pacion) dan Connie (Thalia Shire). Dan Tom Hagen (Robert Duvall) yang diangkat anak oleh Don Corleone, yang menjadi consiglieri di keluarga Corleone.

Sebagai anak tertua, Sonny dipersiapkan oleh Don Corleone sebagai penggantinya, meski Don Corleone sendiri meragukan Sonny, karena emosinya yang sering kali meledak-ledak dan tidak mempunyai ketenangan yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin. Michael sendiri lebih memilih untuk menjauh dari bisnis keluarga dan memutuskan untuk menjadi tentara. Keputusan yang membuat kecewa ayahnya, karena melihat karakter Mike yang menurut Don Corleone lebih pantas untuk menjadi pemimpin keluarga Corleone, kelak.

Perselisihan dengan keluarga lain akibat Don Corleone menolak bisnis narkotika dan prostitusi membuka perselisihan. Satu-satunya cara untuk memuluskan bisni tersebut adalah dengan membunuh sang Don. Tetapi Don Corleone memang orang kuat. 5 peluru yang bersarang di tubuhnya tak membuatnya mati. Solozzo the Turk yang bekerja untuk keluarga Tattaglia menjadi satu-satunya tersangka. Karena ketakutan akan pembalasan yang lebih kejam, Solozzo menawarkan perundingan. Michael menjadi utusan, karena semua orang yang terjun dalam bisnis tersebut tau, bahwa Michael sama sekali tak tertarik dengan bisnis keluarga. Tanpa kecurigaan apapun, Solozzo datang ke perundingan yang diadakan di tempat netral. Tapi darah memang tak pernah bohong. Bagaimanapun Michael menolak bisnis dan menjauh dari keluarganya selama bertahun-tahun, darah mafia yang mengalir dalam tubuhnya tetap ada. Dengan penuh ketenangan, Michael menembak Solozzo dan polisi bayaran yang mendampingi Solozzo tepat didepan pengunjung restoran yang sedang ramai, dan keluar dari restoran dengan ketenangan yang luar biasa setelah menghabisi musuh keluarganya.

Begitulah, akhirnya Michael akhirnya terjun ke dalam bisnis keluarga. Kematian kakaknya Sonny dan istrinya Apollonia yang dia temui pada saat pengasingan di Sisilia menyimpan dendam. Dengan kesabaran yang luar biasa, Michael berhasil membalaskan dendamnya pada musuh-musuh keluarganya dan menjadikan Michael seorang Don, pengganti ayahnya, Don Vito Corleone yang memutuskan untuk pensiun. Dan kepemimpinan pun dilanjutkan oleh Don Michael Corleone.

Karena trilogi, bisa dibayangkan betapa panjang film ini. Karena bukunya juga sangat tebal dengan font yang kecil. Maka, saya sarankan untuk menonton langsung bagi yang belum menonton. Nggak terlalu jauh melenceng dari bukunya.

Banyak quotes yang bagus-bagus yang akhirnya menjadi pedoman saya pada beberapa waktu yang lalu.

“Pembalasan adalah hidangan yang paling enak disantap setelah dingin”

“Leave the gun, take the cannoli”

“Setiap orang hanya punya satu takdir”

“We’ll give you an offer you can’t refuse”

“Jangan pernah membiarkan orang lain tau apa yang ada dibalik kukumu”

“A man who doesn’t spend time with family can never be a real man”

Oh, dan masih banyak lagi quotes bagus yang membentuk saya jadi kayak sekarang. Dan pantas memang film yang disutradarai Francis Ford Coppola menjadi film terbaik sepanjang masa dan mendapat Golden Globe untuk ketiga filmnya.

5 responses to “#30HariNgeblog : The Best Movie, Ever

  1. Rumambay 12 November 2013 pukul 5:42 pm

    dari dulu ane pengen banget nonton ni film, cuma liat film yang pertamanya tu dengan kualitas zaman dulu banget jadi malas. tapi abis liat review ini jadi penasaran lagi. download dulu deh,:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: