Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#30HariNgeblog : Tentang Lelaki Terhebat

Hari ke – #13 : “Surat Untuk Ayah”

Bagi setiap anak perempuan, Ayah adalah pahlawannya. Bagi setiap anak perempuan, Ayah adalah laki-laki yang paling dekat tempat bermanja sebelum suami. Bagi setiap anak perempuan, Ayah adalah satu-satunya lelaki tempat curhat tentang pacar dan segala hal. Bagi setiap anak perempuan, Ayah adalah laki-laki terhebat.

Bagi saya, yang tak terlalu dekat denganmu, Ayah adalah laki-laki paling hebat yang telah dipilihkan Tuhan untuk menitipkan saya. Ayah adalah laki-laki hebat yang dipilihkan Tuhan untuk mendidik saya menjadi manusia yang tidak menyusahkan orang lain. Bagi saya, Ayah adalah cinta  yang tak terucapkan.

Sedari kecil, saya memang lebih dekat dengan Emak. Jika anak-anak perempuan lain akan lebih dekat dengan ayahnya, tidak dengan saya. Mungkin karena Ayah bukanlah tipe Ayah yang suka memanjakan anak-anaknya. Tetapi saya tau, bahwa Ayah mencintai kami. Tanpa syarat, tanpa batas. Bahkan hingga hari ini. 

Kita tak terbiasa menyampaikan cinta secara verbal. Pun tak biasa saling memeluk. Ketika masih kecil, Ayah memang sering memeluk. Tapi, seiring kami tumbuh besar, pelukan itu pun semakin berkurang dan tak pernah terjadi lagi. Ayah memang tak terbiasa menyampaikan rasa sayang seterbuka itu. Tapi saya percaya, bahwa rasa sayang ayah mengalir lewat majalah Bobo yang Ayah beli untuk memuaskan hobi membaca saya setiap minggu. Lewat majalah berbahasa Inggris, karena Ayah tau saya menyukai bahasa Inggris ketika SMP. Lewat ijin Ayah untuk memilih sekolah yang kami inginkan. Rasa sayang Ayah mengalir, lewat kebanggaannya yang tak terucapkan kepada anak-anaknya.

Dan rasa sayang Ayah yang bisa saya rasakan, mengalir tanpa bisa dibendung, ketika tangisan kita berpadu dalam sebuah pelukan panjang, usai Ayah menyerahkan saya kepada dia. Laki-laki yang kini bertanggung jawab atas saya.

Ayah, seharusnya saya berterima kasih setiap detik, atas apa yang saya terima hingga hari ini. Penerimaan dan pemakluman atas setiap kesalahan yang saya buat. Dan tak pernah menyesal, karena Tuhan menitipkan saya pada Ayah. Seorang anak perempuan keras kepala yang sering kali menentangmu, meski dalam diam.

Ayah, terima kasih. Untuk segalanya. Untuk karakter yang membentuk saya hingga hari ini. Untuk sifat yang saya terima darimu. Untuk sebuah penerimaan akan dia, yang sebelumnya sempat ayah tentang. Untuk cinta yang meski tak pernah tersampaikan, tetapi masih bisa kami rasakan hingga hari ini.

Ayah, sehatlah terus, berbahagialah selalu. Semoga Allah senantiasa melindungi Ayah dari segala kesulitan. Semoga Allah senantiasa menganugerahkan segala kebaikan untuk Ayah. Lelaki terbaik yang Allah takdirkan menjadi tempat titipan bagi kami.

Ayah, terima kasih

Mencintaimu selalu,

Aku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: