Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#30HariNgeblog : (Seharusnya ini) Puisi Untuk Emak

Day ke #14 : Puisi Untuk Ibu

Apa kabar disana, Mak? Semoga Emak selalu berbahagia ya. Harusnya sih Mak, ini jadi puisi. Tapi entah kenapa, belakangan aku udah nggak bisa lagi bikin puisi. Duluuuu…. Waktu sering patah hati, entah kenapa puisi itu adalah sesuatu yang paling gampang diciptakan. Bahkan tanpa ide atau inspirasi. Mengalir begitu saja. Lalu, apakah sekarang aku nggak bisa bikin puisi lagi karena aku udah berhenti patah hati dan sakit hati? Nggak juga sih, Mak πŸ˜€ Jelasnya sih, sekarang aku sudah berdamai dengan segala luka, perih dan patah hati πŸ˜‰ Demi kesehatan jiwa, tentu saja.

Ada terlalu banyak hal yang terjadi selama 10 tahun kepergian Emak. Tapi tentu saja, Emak mengetahui apapun yang terjadi disini. Bahkan Emak juga pasti udah kenal dengan Ayyash, pangeran kecilku. Pasti kalau Emak disini, akan senang bertemu dengannya. Bayi yang lucu dan tukang ngamuk kalau sedikit aja telat bikin susunya. Ah, kalau Emak masih disini, pasti aku nggak akan bingung untuk menuruti kata-kata orang-orang dirumah yang merasa lebih tau tentang merawat bayi. Emak pasti akan senang hati mengajarkan apa yang harus aku lakukan untuk merawat dan membesarkan Ayyash tanpa menggurui.

Sampai hari ini, bahkan setelah 10 tahun, aku masih merasa Emak hanya ‘pergi’. Nanti kalau sudah waktunya, Emak pasti akan balik lagi ke rumah. Padahal, Emak sudah tenang disana. Ditempat terbaik. ‘Rumah’ bagi semua orang.

Mak, aku rindu. Teramat sangat.Β 

Ada terlalu banyak kenangan yang kita lewati bersama. Aku yang lebih suka menyembunyikan segala sesuatu, Emak pasti akan selalu tau. Hingga akhirnya aku bercerita tentang apa saja. Hanya pada Emak, aku tak bisa menyembunyikan apapun. Segala apapun, akan terbuka begitu saja. Dan hanya Emak, yang paling mengerti anak perempuannya yang lebih nyaman bergaya seperti laki-laki daripada berdandan. Emak paling mengerti bahwa rasa percaya diriku yang sedikit jika berurusan dengan style dan tampang, akan tertutupi jika aku bisa menggali hal lain yang jauh lebih bermanfaat daripada sekedar polesan. Emak, memang paling tau apa yang aku butuhkan.

Terima kasih, Mak. Untuk segala hal yang kita lewati bersama. Kelak, aku juga akan mengenal Ayyash, seperti Emak mengenalku. Terima kasih, Mak, untuk menerimaku menjadi anak perempuanmu yang paling sulit.

Mak, aku rindu. Teramat sangat. Dan sampai bertemu lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: