Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#30HariFF : Sebuah Buket Bunga

buket bunga pengantin

buket bunga pengantin

Kiara melewati lagi gedung serba guna itu. Memandangi kesibukan yang terjadi disana.

“Wah, akan ada pernikahan lagi hari ini,” pikirnya. Lalu memandangi papan bunga yang bertuliskan nama kedua mempelai. Dan membacanya perlahan.

“Wenny Wahda Widagdo dengan Tommy Prakasa. Hmm… kayak kenal dengan yang perempuan ini,” gumamnya.

“Eh, ini kan Wenny teman SMA ku lain kelas. Kami kenal karena waktu itu sama-sama satu klub di ekskul atletik. Waahh… aku harus datang, sekedar mengucapkan selamat. Eh, tapi kan nggak diundang ya, ah bodo amat, kan cuma mau mengucapkan selamat. Lalu langsung pergi,” Dan Kiara masih berdiri di depan gedung serba guna itu sambil bergumam kecil disamping papan bunga.

Urung Kiara beranjak ke pelaminan, karena MC mengumumkan bahwa acara lempar bunga akan segera dilaksanakan. Acara yang ditunggu-tunggu para single. Lelaki dan perempuan. Kiara yang berdiri tepat didepan pelaminan terdesak oleh mereka yang mendorong-dorong maju untuk mendapat tempat yang tepat. Dipercaya, siapa yang bisa mendapatkan bunga yang dilemparkan oleh pengantin perempuan, akan segera menyusul. Benarkah? Entahlah.

Wenny berdiri dipinggir pelaminan, tersenyum bahagia pada teman-temannya yang menunggu dibawah.

Kiara masih berdiri ditempatnya semula. Bingung apa yang harus dilakukannya. Apakah harus bersiap-siap untuk menyambut bunga yang dilempar, kemanapun arahnya, atau berdiri saja disitu? Dan suara MC terdengar lagi.

“Siap-siap ya, kalian. Wenny, selesai saya hitung, bunganya lempar ya. Ayooo… satu, dua, ti…….. ga!!”

Dan suasana langsung heboh ketika bunga melayang diatas kepala para single. Kiara menatap bunga yang melayang ke arahnya. Orang-orang disekelilingnya berteriak dan tangan-tangan terjulur ke arahnya. Kiara mengulurkan tangannya, mencoba menangkap bunga yang kini tepat berada didepannya.

“Aku dapaattt!!!” teriak seorang perempuan yang berdiri dibelakang Kiara. Dan semua tamu bertepuk tangan. Kiara hanya bisa memandang buket bunga yang tadi seolah berada ditangannya.

Kiara menunduk, memandang gaun pengantin putih dan tubuhnya yang transparan. Tentu saja dia tak akan pernah mendapatkan buket bunga apapun untuk melengkapi gaun pengantin putihnya. Tentu saja, karena Kiara hanya seorang hantu.

Iklan

2 responses to “#30HariFF : Sebuah Buket Bunga

  1. Anugerah Waty 3 Desember 2013 pukul 4:45 pm

    Duh… han han hantuuu… 😀
    keren mbaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: