Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#31HariFF : Kotak Pandora

Kotak Pandora

Kotak Pandora

Ini adalah malam pertama mereka. Irna dan Digda. Setelah pesta meriah yang digelar di gedung serba guna terbesar dikota mereka sesiangan tadi, malam ini akan mereka habiskan berdua. Di rumah mereka yang ber-type 45, hadiah pernikahan dari orang tua Irna.

Setumpuk kado masih diletakkan di sudur kamar. Mereka akan bersama-sama membukanya, setelah Irna selesai merapikan diri di kamar mandi.

Digda mengamati tumpukan kado dengan kertas pembungkus beraneka warna. Tersenyum memandang kado-kado dengan berbagai ukuran sambil menebak-nebak isinya.

Matanya tertumbuk pada sebuah kotak yang terletak agak tersembunyi, dibalik sebuah kado besar yang berbungkus kertas berwarna pastel. Digda meraih kotak bertekstur kayu dengan pita coklat diatasnya. Menimbang-nimbang isinya, karena kotak itu terlalu ringan untuk sebuah kado.

Penasaran, Digda membuka ikatan pita coklat diatas kotak kayu, dan membukanya. Isinya membuat Digda terperangah. Seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Sebuah daster berbahan sutra halus berwarna merah muda, dan selembar surat kecil.

“Irna, sayangku. Selamat atas pernikahanmu. Semoga kamu selalu berbahagia dengan pilihan orang tuamu, meski aku akan terus merasa sakit. Satu permohonanku, tolong jaga calon anak kita hingga dia lahir ke dunia ini nanti dengan selamat.
Aku yang mencintaimu
Arvin”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: