Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

#31HariIFF : Dibalik Jendela

Jendela

Jendela

“Menjauh dari sana!!”, teriak Mama padaku. Aku yang baru saja hendak duduk disamping jendela besar dirumah baru ini terpaksa urung. Memandang Mama yang sedang sibuk menurunkan tirai berat berwarna merah dengan bingung. Kenapa dengan jendela itu?

Semakin dilarang, maka rasa penasaran pula yang semakin besar. Setiap ke dapur, aku akan selalu berlama-lama memandang jendela besar yang sekarang ditutup dengan tirai berat berwarna merah. Masih tak mengerti dengan larangan Mama agar tak mendekati jendela besar itu. Sedangkan jendela yang lain didapur hanya diberi selembar kain tipis sebagai gorden.

Dan malam ini, aku harus menuntaskan rasa penasaranku. Aku akan mendekati jendela itu malam ini, setelah aku selesai mengerjakan pe-er matematika dari ibu Natasya. Sore tadi, aku sudah meletakkan sebatang kayu dibalik tirai, untuk membantuku mengangkat tirai jendela besar itu.

Aku menuruni tangga dengan perlahan. Berharap langkah-langkah kaki kecilku ditangga kayu itu tak akan membangunkan Mama. Dan disinilah aku sekarang. Berdiri tegak didepan jendela besar yang masih tertutup tirai merah. Perlahan kusingkap ujung tirai dibawah, mengambil kayu yang akan menahan tirai merah ini untuk tak menutup. Tangan kecilku tak mampu untuk mengangkat tirai itu dengan cepat. Tapi, perlahan-lahan tirai itu tersibak. Kini aku berdiri didepan jendela besar itu. Memandang ke luar yang hanya berisi pemandangan gelap.

Tapi, hey. Akhirnya aku melihat itu. Apa yang dilarang Mama. Kubuka kunci jendela perlahan. Membuka daun jendela dengan kedua tangan mungilku. Lalu menyeret kursi makan ke bawah jendela untuk membantuku melewati bingkai jendela.

Akhirnya, usahaku terbayar. Disinilah aku sekarang. Disebuah rumah yang terbuat dari permen dan coklat. Itu sebabnya Mama melarangku, agar aku tak sakit gigi karena memakan dinding coklat dan tiang permen.

Aku tersenyum memandang ke arah rumahku. Ke arah jendela yang entah kenapa sekarang terlihat semakin menjauh.

“MAMA!!!!!!”

 

 

 

 

 

2 responses to “#31HariIFF : Dibalik Jendela

  1. Nich 10 Desember 2013 pukul 8:53 pm

    Ugh.. baru kemarin aku nonton Hansel & Gretel :sip:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: