Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Dear Ayyash

Sudah 7 bulan sejak pertama kali bertemu di ruang operasi. Dan dia semakin bertumbuh. Mulai menunjukkan satu demi satu hasil observasinya pada kami, orang-orang terdekatnya. Mulai mengenali setiap kali kami memanggil namanya. Mulai mengenali suara sandal Atok yang diseret setiap berjalan diseputaran rumah. Mulai melebarkan senyum setiap kali merasa bahagia dan meneriakkan tangis jika sedang haus atau sedih. Dan semakin berat hati setiap pagi ketika harus meninggalkannya yang menatap saya dengan pandangan bertanya sambil mengisap jempolnya😦

Yash, tumbuh besar dengan sehat ya, Nak. Saat ini memang harus seperti ini. Aku harus meninggalkanmu untuk beberapa jam, terkadang lebih. Ada yang sedang aku dan ayahmu kejar, untukmu kelak. Akan ada pada suatu masa kita akan bersama-sama sepanjang hari. Bermain bersama, tertawa bersama, makan bersama, tidur bersama sambil bernyanyi lagu-lagu kesukaanmu yang akan selalu menerbitkan senyum dan tawa pada bibirmu.

Yash, kelak engkau akan mengerti bahwa beberapa perempuan memang memiliki pilihan yang sulit antara harus meninggalkan pekerjaannya atau terpaksa harus meninggalkan anaknya untuk beberapa jam. Ada alasan-alasan yang memang hanya bisa dimengerti oleh kita. Bahwa ini tak hanya sekedar eksistensi diri lagi, ini tentang masa depan kita, Yash.

Biarkan mereka yang tak mengerti berkomentar tentang kita, Yash. Toh, apapun yang kau lakukan kelak selalu akan menerbitkan komentar dari orang-orang yang tak megerti. Dan kami akan mengajarkan padamu bagaimana caranya menghadapi mereka.

Yash, tumbuhlah dengan selalu berbahagia, nak. Dengan pilihan-pilihan yang kau buat, apapun itu. Tumbuhlah menjadi pejuangNya yang selalu mengikuti jalan kebenaranNya. Kelak akan banyak selalu kerikil atau batu besar yang akan mengiringi jalanmu. Tapi selama kau yakin dengan apa yang kau pilih, apapun yang mengiringimu tak lebih hanya sekedar pemandangan yang memang harus kau lewati.

Yash, kelak lelaki harus sendiri menghadapi apapun. Belajarlah dari ayahmu yang sedang belajar menghadapi hidup dan kakekmu yang telah berhasil berdamai dengan hidupnya, ayahku. Mereka lelaki yang berhasil membuatku jatuh cinta. Hey, termasuk kamu, Yash, lelaki bermata bulat dengan lesung pipi yang kutemui pertama kali dalam tangis bahagia.

Yash, kelak jika kau membaca ini, kau harus mengerti bahwa ini lebih dari sekedar permintaan maaf. Ini adalah rasa banggaku memilikimu, menerimamu sebagai titipan darinya. Yash, perjalanan kita masih panjang, Insha Allah. Dan kita akan menghadapinya dengan senyum, apapun yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: