Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

The Edge Of Tomorrow

Ini adalah late post yang seharusnya tak diijinkan terjadi di blog ini. Tapi berhubung minggu-minggu ini agak sok sibuk dengan kerjaan di kantor, kuliah pengganti karena hari Kamis bulan Mei lalu banyak libur, bikin soal UAS dan rekap absen, maka baru sekarang ini saya bisa nulis lagi disini. Kamis lalu, saya diijinkan abang suamih untuk mendapatkan me time. Dan dengan semangat ’45 saya mengiyakan ajakan Kiki dan Vera untuk menikmati The Edge Of Tomorrow, film terbaru Tom Cruise, idola saya sepanjang masa😀

Jadilah, sepulang kantor kami langsung ke 21 Thamrin Plaza. Karena jam main filmnya jam 5, sedang keluar kantor adalah setengah 5, maka agak buru-buru juga berangkatnya. Tapi jarak kantor-21 ini dekat, sekitar 5 sampai 10 menit dengan angkot, jadinya nggak telat.

Sesuai dengan tagline-nya, film ini tentang live and die repeat. Tentang hari yang terus menerus berulang, ketika tokoh utamanya mati dan hidup kembali di hari yang sama, yang hanya dirasakan oleh tokoh utamanya. Adalah William Cage, seorang perwira berpangkat Mayor yang tak pernah terjun perang dan terlalu pengecut untuk ikut perang. Perang tak biasa yang terjadi, yang lawannya adalah alien yang menguasai bumi. Setiap kali mati, Cage akan kembali hidup dan mengulangi hari yang sama, berperang dengan pasukan alien, bertemu dengan pahlawan bernama Rita Vitraski (Emily Blunt) yang juga pernah mengalami hal yang sama. Mati dan hidup lagi membuat Cage belajar bagaimana menaklukkan Alfa dan Omega, alien utama yang mengendalikan ribuan alien yang menyerang manusia.

Tentang Alfa dan Omega ini, sangat menarik untuk dibahas sekemampuan saya, mengingat bahwa Tom Cruise adalah penganut agama Scientology yang kontroversi tapi diikuti juga oleh beberapa artis hollywood lainnya. Alfa – Omega adalah sebutan lain untuk Tuhan. Pada Edge Of Tomorrow, Alfa – Omega mengacu pada 2 alien utama dimana Alfa adalah alien penjaga Omega yang bernaung dibawah museum Louvre, Perancis. Omega-lah yang mengatur bagaimana pasukan alien menyerang bumi. Omega juga yang memberikan kekuatan untuk bisa hidup kembali dan mengulangi hari yang sama pada Cage. Dan diakhir cerita, ketika akhirnya Cage dan Vitraski berhasil menemukan sarang Omega dan meledakkan Omega, Cage yang sudah kehilangan kekuatannya karena transfusi darah, akhirnya mati. Tapi sebelum mati, darah Omega mengalir ke tubuh Cage. Dan ketika akhirnya Cage terbangun lagi, segala sesuatu sudah selesai. Alien musnah dan hari kembali berulang.

Tapi, apakah memang The Edge Of Tomorrow ini merupakan bagian dari ajaran dari Saintologi? Banyak sumber yang saya baca melalui hasil googling tentang keterikatan penganut Saintologi dengan luar angkasa, terutama alien. Tetapi, para penganut Saintologi selalu menyangkal jika mereka ditanya tentang alien Xenu yang katanya dipercayai oleh penganut agama baru tersebut. Hanya, ketika akhirnya saya mengerti konsep Alfa – Omega pada film ini, akhirnya saya berani menyimpulkan tentang hal ini. Benar atau nggak, silakan kawan-kawan tonton film yang menurut saya punya animasi yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: