Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Jelang Ramadhan

Sepulang kantor tadi, saya mengajak suami untuk menjenguk Emak dan kakak ipar saya. Di makam. Tepatnya berziarah. Tradisi yang dilakukan ketika menyambut Ramadhan yang sebentar lagi tiba. Sengaja, setiap kali berziarah atau nyekar, saya selalu menyebutnya dengan menjenguk. Kalimat yang biasa kami gunakan adalah, “Kita nengok Emak sama kak Purnama, yok,” setiap kali kangen melanda. Apakah kangennya akan hilang? Sudah pasti nggak. Malah semakin bertambah. Kenangan demi kenangan pasti akan terus berkelebat ketika perlahan kami meninggalkan makam mereka berdua.

Ini adalah kali pertama saya mengajak suami mengunjungi Emak dan mengenalkannya dengan kak Purnama, almarhum kakak ipar saya. Sebelum menikah, saya memang belum pernah mengajaknya kesana. Tahun lalu, saya sama sekali nggak mengunjungi Emak dan kak Purnama, karena sedang hamil. Katanya orang hamil nggak boleh berziarah kubur. Maka, tahun inilah akhirnya saya mengunjungi Emak lagi. Bulan lalu, saya juga sebenarnya sudah berkunjung. Membersihkan makam yang sudah ditumbuhi semak belukar. Dan memeriksa kondisi makam yang tanahnya turunnya lagi dan harus diperbaiki. Bertiga dengan adik dan Wawa, ponakan saya, anak perempuan kak Purnama. Dan sore tadi dengan suami. Makam masih bersih, karena minggu lalu nenek, tante, adik dan Wawa juga berkunjung ke sana.

Setiap kali mengunjungi mereka, selalu saja meninggalkan sedih di hati saya. 11 tahun sudah Emak pergi dan 7 tahun sudah kak Purnama menyusul ibu mertuanya. Tapi buat saya, mereka bukan pergi tak akan kembali. Mereka hanya akan pergi untuk kembali kelak. Mungkin karena saya selalu merindukan mereka.

Katanya, setiap Ramadhan, mereka yang pergi pasti akan kembali ke rumahnya masing-masing. Saya percaya itu. Emak dan kak Purnama akan “pulang” ke rumah ketika 1 Ramadhan tiba, dan akan “kembali” ke tempat mereka ketika takbir hari raya berkumandang. Sebulan pasti akan terasa cepat sekali. Tapi setidaknya, “setahun sekali” kami akan berpuasa dengan Emak dan kak Purnama yang “pulang” kembali ke rumah kami. Mereka akan bisa melihat Ayyash, yang sekarang tumbuh dengan sehat. Mungkin tak ada dalil yang membenarkan itu, tapi saya memilih untuk mempercayainya. Setidaknya, rasa rindu ini terobati sedikit.

Sampai bertemu beberapa hari lagi, Mak, Kak. Selamat kembali ke rumah kita. Selamat menikmati indahnya Ramadhan bersama kami lagi. Kami akan bersiap-siap dengan segala suka menyambut Ramadhan, yang artinya Emak dan kak Purnama akan “pulang”.

:’)

2 responses to “Jelang Ramadhan

  1. Zuhri Zoe 25 Juni 2014 pukul 8:09 pm

    Hiks.. :’o

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: