Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

GoJek, Welcome To Medan

Akhirnya, GoJek yang fenomenal di ibukota negara tercinta ini menyambangi Medan juga. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, Medan mungkin salah satu target untuk menjadi tempat beroperasinya GoJek ini.

Dengan begitu beragamnya moda transportasi di kota Medan, banyak orang yang pesimis dengan perkembangan GoJek di kota Medan ini. Sebagai pengguna jasa transportasi umum, saya termasuk salah satu yang mempertimbangkan untuk menggunakan GoJek disamping angkot dan becak motor. Tetapi, isu tentang belum ada ijin terkait dengan beroperasinya GoJek dan juga rasa kuatir  akan tidak diterimanya GoJek dari para supir angkot dan pengemudi becak motor, sambutan masyarakat Medan akan GOJek ini tidak sama seperti sambutan kawan-kawan di ibukota yang antusias dengan adanya GoJek sebagai salah satu jasa transportasi alternatif.

Tetapi, dengan semangat agar tidak ketinggalan atas aplikasi yang sedang kekinian, juga nggak mau kalah dengan Badia yang bahkan sudah mencoba untuk memesan dan menggunakan GoJek, akhirnya hari ini saya mulai meng-install aplikasi ini juga di smartphone saya. Dan mulai dilakukan uji coba untuk menggunakan aplikasi GoJek.

Sebenarnya sih belum sampai pada tahap pemesanan. Hanya melakukan pemeriksaan, apakah daerah kantor dan kampus, tempat tujuan saya sehari-hari sudah masuk dalam Location GoJek. Lalu, kemudian saya mencoba untuk menginput lokasi sekarang yaitu daerah kantor dan lokasi tujuan yaitu daerah kampus. Dengan jarak sekitar 5 km, total kerusakan yang harus ditebus jika saya akan menggunakan GoJek hanya sebesar Rp. 12.000,-. Ini memang lebih mahal 7000 daripada naik angkot. Tetapi, jauh lebih murah daripada kalau saya menggunakan becak motor. yang biasanya kalau jarak dari kantor ke kampus akan menghabiskan sekitar 30ribu sampai 40ribu rupiah.

Nah, dengan diketahuinya jarak, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk sekali berangkat dengan GoJek, boleh juga nih sekali waktu, kalau saya nggak diantar jemput si abang suami, atau kalau saya nggak bawa kendaraan ke kantor, saya juga pesan jasa GoJek, seperti Badia.

Ah iya, semoga kalau nanti saya jadi pesan dan naik GoJek, nggak khilaf. Kemudian peluk pinggang dan pas turun malah cium tangan abang GoJeknya

2 responses to “GoJek, Welcome To Medan

  1. dinneno 25 November 2015 pukul 3:36 pm

    Antusias warga Medan dengan kehadiran GoJek kayaknya cuma sebatas sampe tahap ingin mencoba, belum sampai tahap kebutuhan, Kak.
    Dan aku lebih milih naik becak motor (bentor) untuk bepergian kalau lagi malas bawa motor sendiri. Alasannya naik bentor, yg pertama itu sejarah dan ikon Kota Medan, yg kedua gak panas karena ada tendanya 😁

    • weirdaft 25 November 2015 pukul 4:34 pm

      Iya ya, masih sebatas wacana. Karena memang kalo menghitung dari ongkos yang dikeluarkan, kalau tujuan masih dilewati angkot, lebih milih naik angkot atau becak motor. kalo ujan nggak akan basah juga kan ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: