Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Kepada Aku yang Berusia 15 Tahun

Ini tentang 21 tahun yang lalu. Tentang aku yang berusia 15 tahun. Perempuan, remaja, introvert, tak mengerti tentang masa depan dan segala kecanggungan menghadapi apapun. Rasa tidak percaya diri menguasaiku ketika 15 tahun kusandang dengan gugup.

Jika bisa kembali ke 21 tahun yang lalu, tentu banyak yang harus kuperbaiki. Banyak cerita yang tak tersampaikan, hanya tersimpan dihati dan didalam sebuah buku usang.

Aku 21 tahun yang lalu, berusia 15 tahun, dengan segala mimpi yang hanya bisa kupendam tanpa berani melangkah maju untuk mewujudkannya. Hingga disinilah aku sekarang. Ditempat aku berdiri. Tempat dimana tak seorangpun pernah berpikir aku akan menjadi seperti ini. Tempat dimana, bahkan aku tak pernah berpikir bahwa aku akan bisa menjadi seperti ini.

Jika aku bandingkan dengan remaja gugup berusia 15 tahun, aku yang sekarang adalah orang yang lebih berani untuk mengambil resiko. Mempertaruhkan diri dan hidup untuk segala resiko yang mungkin bisa terjadi.

Tetapi, tak pernah sekalipun, setelah 21 tahun berlalu, aku menyesali aku yang berusia 15 tahun kala itu. Aku justru harus berterima kasih pada diriku yang berusia 15 tahun. Bahwa dengan segala kecanggunganku kala itu, saat ini aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri. Dengan segala keraguan besar yang aku miliki dulu, dan juga mungkin orang-orang yang disekelilingku.

Terima kasih kepada aku yang berusia 15 tahun. Untuk segala kegugupan ketika cinta pertama berkunjung, untuk segala ketegaran ketika pada saat yang sama harus menghadapi patah hati. Untuk segala kerelaan mengalah dalam hidup. Untuk segala kekuatan yang entah aku dapat dari mana. Terima kasih, jika aku tak sekuat itu pada saat itu, mungkin hari ini aku bukanlah aku.

Kepada kalian yang berusia 15 tahun saat ini, nikmati hidupmu, itu adalah anugerahmu. Segala cerita cinta yang mungkin saat ini sedang kalian nikmati, jangan terhanyut. Itu hanyalah sebuah cerita yang kelak akan kalian kenang dengan senyum. Pun patah hati yang mungkin sedang kalian lewati, jangan terpuruk. Itu hanyalah selewat kisah yang kelak akan kalian tertawakan dengan pongah. Maka, nikmati saja hidup ini. Karena itu akan menjadi bekal kalian ketika masa muda mengunjungi dengan segala kerja keras yang harus dilakukan.

 

 

PS : Terinspirasi dari film Jepang Have A Song In Your Lips. Dan saya sukses menangis ketika menonton filmnya. 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: