Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Welcome To The World, Allegretto!

Malam ketika hujan turun dengan derasnya di hari Jumat, 9 September yang lalu, sekitar pukul 22.32 saya melahirkan bayi kedua kami. Seorang laki-laki. Alhamdulillah. Betapa penantian sembilan bulan ini terbayar lunas. Melalui proses Sectio Caesaria yang menurut saya proses post op-nya lebih berat daripada ketika saya SC pertama kali.

Wahyu Zayeed Attar Allegretto. Itu nama adiknya Yash. Ayahnya yang musisi meminta agar tiap nama belakang anaknya ada unsur musiknya. Dan saya sudah sepakat ketika awal mengandung Yash dulu.

Usai proses SC yang menurut saya kali ini lebih santai, karena ini adalah kali kedua, tetapi post op SC kedua ini benar-benar drama. Sekitar jam 23, saya didorong kembali ke kamar. Dengan kondisi yang lelah dan bius yang masih terasa setengah badan. Sejam kemudian, drama benar-benar dimulai. Bius berangsur-angsur menghilang, meninggalkan rasa perih pada perut yang baru selesai disayat. Punggung yang kaku, hasil anestesi sebelum SC. Dan segala macam rasa sakit yang membuat saya tak bisa tidur. Kondisi ini mengingatkan saya pada SC pertama, yang menempatkan saya pada sebuah kondisi bernama baby blues. Saya berusaha keras, agar kondisi tersebut tak kembali lagi kali ini. Memaksa mata untuk terpejam, sementara jahitan di perut merajam dengan rasa sakit yang berkali-kali lipat.

Alhamdulillah, meski proses pemulihan berlangsung lebih lama pada SC kedua kali ini, saya tidak mengalami baby blues. I love both of my baby boys. Saya bisa mengasuh Yash dan Attar sekaligus. Meski pada 1 minggu pertama saya absen memandikan Yash, tapi pada minggu kedua, perlahan saya bisa lagi sesekali memandikannya. Saya berhutang 1 minggu pada Yash, ketika usai melahirkannya saya justru merasa tak suka dengan aroma tubuhnya, tak suka dengan keberadaannya. Baby blues, kondisi itu dinamakan. Maka, ketika Attar lahir, saya berusaha untuk menjauhkan segala kondisi yang bisa membuat saya kembali pada kondisi 3 tahun yang lalu. Alhamdulillah, I did it.

Dan kali ini juga, saya ingin memberikan ASI pada Attar, sesuatu yang hanya mampu saya berikan selama 4 bulan saja pada Yash. Itu juga dengan bantuan susu formula dengan persentase 3 : 1. Lebih banyak asupan susu formula daripada ASI. Walaupun dengan pengetahuan yang minim, dengan kondisi payudara yang lecet saya berusaha tetap memberikan ASI pada Attar, meski tetap dengan bantuan susu formula, karena Attar yang kuat sekali menyusui dan ASI saya yang masih sedikit.

Bagaimanapun, saya juga menikmati lagi menjadi ibu bagi 1 balita yang sedang aktif-aktifnya dan 1 baby newborn yang membuat saya tidur larut malam dan sering terbangun menjelang pagi untuk mengganti popok dan menyusui.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: