Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Category Archives: catatan belajar

Tentang Crossposting

Disadari atau tidak, pengguna internet akhirnya akan memiliki akun di beberapa social media. Apakah social media yang seragam ataupun berbeda. Ketika muncul salah satu social media baru, maka netizen akan mengamankan akunnya pada media sosial baru tersebut.

Yang kemudian menjadi masalah adalah, dengan adanya akun di beberapa media sosial, malah justru akan membuat sampah akun semakin banyak. Karena tak jarang, ketika pada awalnya niat kita adalah menyelamatkan akun yang menjadi brand kita, ujung-ujungnya media sosial tersebut tidak akan terurus seluruhnya. Tak jarang, dari 5 akun di media sosial yang berbeda, kita hanya akan bertahan pada satu atau dua akun saja. Sisanya, tidak aktif dan menjadi sampah akun.

Kemudian, solusi  masalah muncul. Kita bisa membagikan posting langsung ke beberapa media sosial dengan hanya menuliskannya pada satu saja dari media sosial tersebut. Crossposting. Fasilitas untuk melakukan lintas posting ini memang disediakan oleh hampir semua media sosial, termasuk blog. Contoh, dengan posting sebuah foto di instagram, maka kita juga sekaligus bisa membagikannya ke banyak sosial media sekaligus dengan sekali klik saja. Maka, seluruh media sosial kita akan mem-posting foto yang sama.

Apakah kemudian fasilitas crossposting akhirnya menjadi sebuah solusi? Bagi sebagian orang mungkin iya. Apalagi tipe orang pemalas macam saya yang lebih suka menyelamatkan akun daripada memeliharanya. Tetapi, bagi yang lainnya, mungkin saja crossposting itu menjadi sangat mengganggu. Ketika kita berteman dengan satu orang di hampir semua media sosial yang kita ikuti, lalu kemudian posting tersebut muncul pada semua media sosial tersebut, mungkin akan membuat kita bosan dengan posting yang itu itu saja. Sehingga, kemudian kita tergerak untuk unfriend atau unfollow dan hanya berteman pada satu atau dua akun saja. Tentu saja itu akan menjadi masalah. Masyarakat kita belum terlalu pintar untuk menyikapi bahwa dunia maya tak seharusnya dibawa-bawa ke dunia nyata. Kita kadang berpikir, bahwa unfriend di media sosial, maka akan berperkara di dunia nyata. Padahal, alasannya hanya karena kita malas melihat sebuah posting yang sama pada banyak media sosial sekaligus.

Maka, cara saya untuk menyikapi crossposting yang mungkin bisa mendatangkan masalah bagi teman-teman di media sosial, saya akan menyaring mana posting yang kira-kira akan saya bagikan secara bersamaan, mana posting yang seharusnya hanya muncul pada satu akun saja. Dengan begitu, semoga saya tidak membuat teman-teman saya menjadi bosan berteman dengan saya di media sosial.

Iklan

Jurus 3i untuk Masa Depan Lebih Baik

Ketika akhirnya mendadak diumumkan kenaikan BBM tanpa pemberitahuan sebelumnya, mau nggak mau akhirnya bikin saya mikir juga. Setelah ngecek lagi keuangan, baru sadar ternyata memang kami berdua ini boros. Dan penggunaan paling banyak biasanya buat makan. Duh :/ Apalagi ngopi-ngopi. Itu juga salah satu yang bikin keuangan kami akhirnya nggak pernah tertata dengan rapi.

Beberapa waktu yang lalu, Din, chief-nya Blogger Sumut, tempat saya terdaftar jadi salah satu blogger (yang malas), nawarin  di twitter untuk datang ke satu acara keuangan. Saya pikir sih, ini mesti promosi dari salah satu badan keuangan buat blogger untuk jadi buzzer. Atau sesuatu yang seperti itu. Tapi, akhirnya setelah menyesuaikan waktu, karena acaranya hari Minggu (dan hari Minggu adalah waktu buat Yash), saya setuju. Niatnya sih buat sekedar ngumpul-ngumpul sama anak-anak Blogger Sumut. Memang, karena kesibukan dari masing-masing anggota, kami memang udah nggak pernah lagi ngumpul bareng di acara tertentu. Dan, acara keuangan sore itu, akhirnya jadi ajang reuni kecil kami.

Ah iya, ada yang ingin saya ceritakan terkait dengan acara beberapa waktu yang lalu. Sudah cukup lama sebenarnya, 16 November yang lalu, tapi ilmu yang saya terima terasa masih nempel sampai hari ini. Jujur aja, saya agak kurang tertarik dengan acara-acara keuangan. Karena biasanya cuma menonjolkan produk-produk buatan badan keuangan tertentu, tanpa mau menyertakan alasan-alasan logis, kenapa peserta yang hadir harus memilih produk tersebut. Tapi, acara yang digagas oleh Manulife Asset Management menghadirkan nuansa yang berbeda. Memberi pencerahan pada saya yang memang memiliki kekurangan soal keuangan.

Acara yang bertajuk “tiga langkah sadar investasi dengan jurus 3i (insyaf, irit, invest)”, benar-benar menampar-nampar saya. Kak Krizia Maulana, sebagai Special Investment Manulife Asset Investment membahas tiga jurus tersebut dengan sangat rinci berikut alasan-alasan yang membuat saya mengangguk-angguk setuju sepanjang presentasi, sambil mengutuki kebodohan saya sebagai manager keuangan rumah tangga.

20141116_152252

Kopi – memang berteman akrab dengan pisang goreng

 

Insyaf

Dari awal presentasi dengan jurus insyaf  ini saja saya sudah merasa ditampar. Bertahun-tahun bekerja, apa sih yang sudah saya punya ? Saya menggeleng dalam hati. Rasanya memang gaji saya cuma sekedar numpang lewat saja. Tanpa sempat berlama-lama. Dengan gaji 15 koma (tanggal 15 udah koma) dan menunggu tanggal 1 dengan rasa nggak sabar, saya memang manager rumah tangga yang gagal. Saya bahkan cuma punya tabungan yang isinya nggak seberapa. Punya niat untuk bikin tabungan pendidikan buat Yash dan tabungan berjangka untuk jaga-jaga. Tapi tetap saja sebatas niat. Mulai hari itu, saya putuskan untuk berubah. Rekening saya harus stabil dari awal hingga akhir bulan. Pendapatan suami harus diatur sedemikian rupa, dengan pembagian yang benar antara kebutuhan rumah tangga, cicilan dan kebutuhan lain, harus disisihkan untuk ditabung.

Yash memang masih 1 tahun, artinya saya hanya punya waktu sekitar 2 tahun sebelum Yash akhirnya harus masuk PAUD. Dan biaya pendidikan sekarang jauh lebih besar dari ketika saya sekolah dulu. Jaman SD, saya sekolah di SD negeri, yang nggak dipungut uang sekolah tetapi hanya diwajibkan membayar BP3 sebagai pengganti SPP, sebesar Rp. 300 rupiah saja. Uang sekolah SD sekarang berapa ? Biaya masuk TK 2 tahun lagi berapa ? Yang pasti nilainya bisa sampai jutaan, bahkan puluhan juta, tergantung sekolahnya. Dan kami harus mempersiapkan dana pendidikan itu sekarang, kalau nggak mau kebingungan pada saat Yash akan masuk sekolah nanti. Belum lagi biaya untuk penunjang pendidikan, seperti buku. Novel-novel yang biasa saya beli sekarang, harganya udah diatas Rp. 30.000, dan buku-buku untuk pendidikan jauh lebih mahal. Fasilitas-fasilitas lainnya, juga harus dipersiapkan juga kan, artinya adalah bahwa persiapan itu harus dilakukan dari SEKARANG!! Fokus kami sekarang memang sedang terpecah antara melunasi cicilan, menabung untuk DP rumah dan biaya sekolah Yash nanti. Maka, kami harus benar-benar insyaf dalam mengatur keuangan kami yang memang ngepas ini.

Presentasi

Presentasi

Irit

Makan adalah porsi paling besar yang mengurangi keuangan kami. Saya dan suami hobi makan. Mencoba-coba makan ditempat yang kami pikir pasti enak. Ngopi ditempat-tempat baru yang menyediakan kopi enak yang bikin kami betah nongkrong dengan suasana yang bikin rileks. Tapi tentu saja kegiatan menghabiskan uang itu perlahan-lahan menggerogoti simpanan kami. Karena kebutuhan-kebutuhan pokok yang lain juga harus dipenuhi. Maka saya sepakat, bahwa kami memang harus mengurangi mencoba-coba tempat makan baru. Boleh kegiatan itu dilakukan, tetapi tidak boleh terlalu sering. Toh, mie ayam gerobak tempat langganan kami juga selain mengenyangkan, juga enak sekali. Nggak kalah dengan kafe-kafe atau restoran yang pernah kami kunjungi.

Untuk urusan ngopi, saya dan suami adalah penggemar kopi hitam yang enak. Untuk sehari-hari di kantor, saya memang biasa mengkonsumsi kopi bubuk atau kopi instan. Tapi suami, karena pekerjaannya yang mobile, lebih sering ngopi di luar dengan alasan kopi disana lebih enak dari kopi merek biasa yang sering saya beli. Nah, karena saya sudah ikut pencerahan dengan  jurus 3i (insyaf, irit, invest), saya memutar otak. Gimana caranya supaya suami juga bisa ngopi enak dengan kopi favoritnya di rumah. Akhirnya saya mengusulkan, bahwa sebaiknya kami membeli biji kopi yang bisa langsung digiling dan dibeli di kopi tiam tempat kami biasa nongkrong. Dengan 1 ons kopi seharga Rp. 25.000 saja, kami bisa irit sampai 2 minggu lebih. Dan setiap pagi sebelum berangkat kerja, saya akan menyimpan kopi hitam racikan saya dalam termos kecil untuk kemudian saya bisa nikmati di kantor, meski sambil meeting 🙂

Intinya, selain mengatur keuangan kami memang harus irit, mengingat beberapa tahun kedepan, kita nggak akan pernah tau kapan inflasi akan datang. Maka, dari sekarang saya harus bisa mengatur alur masuk dan keluar keuangan rumah tangga.

Invest

Jurus ketiga ini yang akhirnya benar-benar membuka mata saya tentang pentingnya investasi. Investasi juga tak melulu tentang menyimpan uang, tapi juga emas. Nah, Kak Krizia menawarkan satu solusi investasi untuk kita yang benar-benar awam tentang pasar modal. Kalau invest emas, kita semua udah tau kan ya. Tapi soal reksa dana? Saya sendiri baru tau kemarin. Kenapa reksa dana? Kak Krizia bilang, untuk saat ini, reksa dana adalah investasi pasar uang yang lebih aman dan murah selain Forex, saham atau obligasi. Saya sendiri pernah terlibat tidak langsung dengan Forex, karena suami saya pernah bekerja sebagai broker di salah satu perusahaan forex di Medan. Mengingat bahwa bermain forex harus memiliki mental dan emosi yang kuat, saya bukan orang yang cocok untuk investasi di forex. Untuk saham atau obligasi, jelas saya nggak cocok. Keuangan saya jauh dari memadai untuk bermain di pasar saham atau obligasi. Maka, reksa dana adalah pilihan yang pas.

Krizia Maulana – Special Investment Manulife Asset Management

Kenapa reksa dana ? Karena dengan hanya investasi 100 ribu rupiah saja per bulan, saya sudah memiliki sebuah investasi. Semurah itu kah? Yup, dan sangat mudah. Hanya bermodal rekening bank, KTP dan NPWP (kalau ada), kita sudah bisa berinvestasi di reksa dana. Eh tapi, kalau sekedar 100 ribu rupiah per bulan, saya kan bisa membuka rekening satu lagi dan disiplin menyetor 100 ribu setiap bulan. Sama aja kan? Oooppsss… jelas beda. Kalau saya punya tabungan misalnya 10 juta rupiah saat ini, maka belum tentu 2 tahun ke depan nilainya masih sama. Karena ketika terjadi inflasi, maka tabungan dengan nominal 10 juta rupiah itu pasti akan berubah nilainya. Bagaimana dengan reksa dana ? Nah, reksa dana nggak terpengaruh dengan inflasi. Berapapun nilai rupiah yang diinvest pada tahun ini, nggak akan berubah nilainya meski tahun depan terjadi inflasi.

Apa lagi? Reksa dana ini dikelola oleh para manajer investasi profesional yang berpengalaman. Sehingga kita sebagai investor nggak perlu memantau atau mengelola investasi kita sendiri. Kita tinggal menghitung hasil aja. Nggak merepotkan untuk ibu bekerja seperti saya ini.

Yuk, belajar invest - apapun pilihan investasimu

Yuk, belajar invest – apapun pilihan investasimu

Lalu, ketika Kak Krizia bilang bahwa “Menunda itu mahal”, maka saya sepakat pada suami, bahwa bulan depan kami harus sudah mulai investasi untuk masa depan. Kami harus disiplin untuk menyisihkan di awal pendapatan kami untuk investasi. Kalau bisa, tidak hanya di satu tempat. Tapi untuk tahap belajar ber-invest kali ini, saya insya Allah akan mempercayakan pada Investasi Reksa Dana Manulife sebagai salah satu lembaga keuangan yang sudah memberikan pencerahan dengan jelas kepada saya yang buta tentang reksa dana.

Yuk, mulai terapkan jurus 3i – insyaf, irit, invest, SEKARANG!!

Amatiran

Awalnya cuma satu pertanyaan iseng dari kawan kantor, Syahrul, tentang blog. Akhirnya kepikiran juga untuk akhirnya bikin wordpress versi offline biar gampang utak atik sebelum akhirnya dikasih liat ke abangnya. Awalnya saya pikir wordpress akan gampang diletakkan di appserv. Lalu, karena bingung mesti setting-nya gimana, akhirnya memutuskan untuk install wampserver saja.

Setelah copy wordpress ke folder www di wamp, lalu buka localhost. Eh, ternyata wamp yang saya punya itu cuma yang versi 5.1 dimana wordpress versi 3.4 nggak support ke wamp 5.1. Karena koneksi sp***y yang kacrut pada hari itu, saya putuskan untuk install PHPTriad saja daripada mesti download wampserver terbaru.

Lalu, setelah install PHPTriad, saya bingung lagi harus meletakkan wordpress dimana pada PHPTriad. Maka saya putuskan untuk menunggu dinihari, dimana koneksi internet akhirnya normal dan saya bisa download wampserver versi 5.4. Setelah sebelumnya meng-uninstall appserve dan PHPTriad, saya langsung install wampserver terbaru yang logonya mirip MasterChef 😀

Dengan pede-nya saya install wampserver, lalu copy wordpress ke folder www dan kemudian masuk ke localhost. Dan mendadak tampilan localhost tak seperti yang saya harapkan. Hanya selembar halaman putih dan pesan tentang http error 404. the requested resource is not found. Nah loh. Apalagi ini? Dan segala semangat pun menguap. Yang jelas, saya nggak akan bisa langsung main-main di wordpress offline kalau koneksi ke localhost saja gagal total.

Berbekal paman Google, saya mulai bertanya kepadanya. Dan tetap tak ada jawaban yang memuaskan. Saya mulai kesal dengan segala yang tak sesuai harapan ini. Artinya, saya harus mulai lagi dari awal. Mencari-cari setiap file conf. yang memungkinkan saya untuk mengganti kode yang harus diganti. Dan semua file berbahasa Inggris.

Pusing dengan semua file conf., akhirnya saya putuskan untuk uninstall wampserver dan kemudian install ulang lagi. Dari awal. Seperti biasa. Menginputkan server dan email yang seharusnya. Hanya, pada saat sebelum instalasi ada pertanyaan “Do you want WAMP5 to rename it to php_old.ini to avoid conflicts?”, saya pilih No untuk overwrite untuk php.ini. Untuk menimpa file yang sudah ada sebelumnya dikarenakan install dan uninstall beberapa program PHP yang berbeda.

Dan, voila!! Setelah saya Start All Services, logo MasterChef wampserver saya sudah berubah, dari kuning menjadi hijau. HORE!! *norak*

Dan localhost saya sudah menampilkan yang seharusnya.

Dan ya, saya tak malu untuk mengakui bahwa saya ini memang amatiran 😀 Walaupun memang, untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan yang saya buat itu saya tak menggunakan jawaban yang ditampilkan paman Google. Dan yang lebih menyenangkan lagi, proyek kecil dengan Syahrul ini insya Allah bisa dimulai 😉

Btw, mirip dengan slogan Rinso, kalau tidak kotor, maka tak belajar. Jadi, kalau tak melakukan kesalahan, saya juga tak belajar kan. At least, bisa update blog dengan tulisan yang tak penting ini.

 

Update :

Setelah melakukan hal yang diatas, ternyata logo Wamp saya berubah warna menjadi kuning setelah restart. Nah, akhirnya setelah 2 hari saya cooling down, akhirnya mulai lagi uninstall Wamp dan install ulang. Lalu pada menu Wamp saya pilih Apache – Service – Install Service. Lalu muncul pesan “Port 80 being used by Server: Microsoft-HTTPAPI/2.0
Dan setelah googling lebih lanjut, nemu blog ini, dan mengikuti petunjuknya. Then, setelah disable SQL Server Reporting, logo Wamp saya berubah jadi hijau. Dan setelah restart, tetap jadi hijau. Yeay!!

Kejutan!!

Aku suka kejutan. Perasaan yang meluap-luap sesaat setelah kekagetan itu berlangsung membuat semangatku pun ikut meluap. Dan menunggu, apakah lagi kejutan yang hendak disampaikan waktu padaku.

Setiap tahun, khususnya dihari-hari istimewaku, selalu ada kejutan yang mewarnai. Seperti sebuah kebiasaan. Dan aku menjadi hafal pada kejutan demi kejutan yang diberikan. Setiap tahun. Hingga aku merasa bahwa aku menginginkan kejutan lain.

Dan aku mulai merancangnya.

Mulanya dengan mengatakan bahwa aku tau, kejutan apa yang akan diberikan pada teman-temanku pada hari ulang tahunku 3 bulan lagi. Dan mereka mulai berbisik-bisik dibelakangku. Mungkin merencanakan kejutan lain yang belum terpikir olehku.

Mengatakannya juga kepada pacarku, yang belakangan seperti mulai merancang kejutan untukku. Beberapa kali telfon tidak diangkat, bahkan di-reject. Beberapa saat kemudian memelukku mesra, dan meminta maaf tentang telfon yang tidak diangkat. Hmm…kejutan sedang dirancang olehnya.

Dan hari-hariku akhirnya dimulai dengan bisik-bisik rekan kerja. Yang ketika aku bertanya, mereka hanya tersenyum canggung. Aku tau, apa yang kalian bicarakan. Bisik hatiku. Dan kemudian berlalu sambil tersenyum lebar. Ah, mereka memang menyayangiku. Terbukti, persahabatan yang terjalin ditempat kerja ini juga bisa mengikat perasaan kami. Tak hanya sebatas team work saja.

Bisik-bisik semakin berdengung dibelakangku. Ah teman, kejutan itu sebaiknya kalian bisikkan jauh dariku. Seminggu lagi, ulang tahunku. Dan aku masih belum tau, kejutan apa yang mereka rancang untuk meramaikan pertambahan usiaku. Begitupun kekasihku. Semakin dekat hari ulang tahunku, maka semakin sulit dia kuhubungi. Tapi tak apa. Aku tau, dia tak ingin merusak kejutannya untukku. Semoga kejutan kali ini, seperti yang aku harapkan. Sebentuk cincin pertunangan yang akan dia sematkan dijari manisku, tepat pada ulang tahun ke-4 hubungan kami yang tak selalu mulus. Ah, bahagianya jika itu yang benar terjadi.

Akhirnya, hari ini tiba.

Aku mengenakan pakaian terbaikku. Beruntung, kantorku tak mengharuskan karyawannya untuk mengenakan blazer atau pakaian kerja resmi. Maka, jadilah hari ini aku mengenakan gaun hitam terbaikku. Warna favoritku.

Didalam taksi aku menunggu, kejutan apa yang akan terjadi hari ini. Sepanjang jalan aku tersenyum. Pada pohon-pohon tanjung yang daunnya melambai ditiup angin pagi yang bercampur karbon. Pada asap kendaraan yang berwarna hitam-putih. Pada teriakan supir angkot dan jingle roti yang saling bersaing dengan klakson. Pada macet yang hari ini tak menggangguku sama sekali. Akan ada kejutan untukku hari ini.

Dan benar saja. Ketika aku tiba, seisi kantor menyambutku dengan petasan. Hahahaah… ternyata ini kejutannya. Petasan di pintu masuk kantor. Persis kawinan dengan adat betawi yang sering aku lihat di sinetron-sinetron di televisi. Tak itu saja, sebentuk kue tar bergambar wajahku dan lilin sejumlah 35 tahun menghiasi atasnya. Ah, usiaku. Bertambah dan membuatku bahagia karena begitu banyak orang yang menyayangiku. Perayaan berlangsung selama 45 menit. Pimpinan kantor menghadiahiku dengan jabatan baru, sebagai kepala divisi HRD. Ulang tahun yang sempurna. Ah, tapi ada yang belum membuatnya benar-benar sempurna. Berkali aku mencek ponsel-ku. Tapi belum juga ada pesan darinya. Kekasihku. Ah, barangkali dia akan menyempurnakan kejutan hari ini. Tak apa, pulang kantor nanti, aku yang akan langsung menghampiri dia dirumahnya. Aku tersenyum.

Menjelang  waktu pulang, sebuah pesan singkat masuk. Berdebar aku membukanya. Dari dia. Kekasihku. Yang akan memberikan kejutan hari ini. Berjanji untuk menjemputku 10 menit lagi. Tak sabar.

Sepanjang perjalanan berlalu dalam diam. Tapi aku tak berhenti tersenyum. Meyakini bahwa kejutan kali ini benar-benar spesial.

Dan benar saja. Kejutan kali ini benar-benar spesial.

Sebuah cincin melingkar di jari manisnya. Cincin pertunangan. Ikatan perjodohan dari orang tuanya.

“Tapi aku tak suka kejutan ini,” ucapku. Kemudian membuka pintu mobil yang sedang melaju kencang.

Gathering Nulis Buku dan NBC Medan

Setelah cerita tentang behind the story of gathering nulis buku, kali ini saya mau cerita tentang Gathering Nulis Buku dan NBC Medan bersama Ollie dan Ika Natassa. Setelah segala kepanikan karena peserta yang datang tidak memenuhi quota yang seharusnya (50 peserta) dan hanya setengahnya yang hadir, acara itu berlangsung juga. Nggak mengurangi asiknya acara juga kok. Karena, Mba Ollie dan Mba Ika tetap semangat untuk berbagi tips menarik tentang menulis.

How To Write In 30 Days – Ollie

Tantangan Mba Ollie kepada seluruh peserta yang hadir. Diharapkan, kami setelah mengikuti gathering ini terpacu untuk bisa men-setting waktu untuk menulis. Apalagi kalau bisa menjadwalkan menulis dalam 30 hari menjadi 1 buku. Wuih. Itu pasti lebih hebat lagi. Padahal, mengingat draft-draft tulisanku yang teronggok dalam folder dan berdebu itu, jadi malu.

Mba Ollie share tips menulis

Padahal, menurut tips yang diberikan oleh Mba Ollie, kita tetap harus menulis walaupun sedang tidak mengikuti project atau deadline menulis. Dan akan lebih baik lagi kalau kita membuat target waktu dan setia pada deadline. Karena MENULIS ITU YG PALING PENTING! @salsabeela #gatheringNBCMEDAN. Dan Mba Ollie juga dengan baik hati membagi slide hari itu di slide share.

 

 

Just Write What You Know – Ika Natassa

Mba Ika Natassa yang kebagian sesi kedua membagikan tips nya dengan sangat santai. Sambil duduk, mba Ika mulai bercerita tentang prosesnya menulis buku. 2 buku pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia, proses penerbitannya dilakukan dari Medan. Via email. Kesibukannya sebagai banker di salah satu Bank Swasta Terbesar di Indonesia nggak memungkinnya untuk bolak balik Medan – Jakarta sesuka hati. Maka, bergantung penuh pada koneksi internet, dua bukunya terbit dari Medan. Bukan tanpa tujuan, mba Ika cerita tentang ini adalah untuk mengingatkan, bahwa dari kota manapun kita (meskipun jauh dari ibukota negara) kita tetap bisa menerbitkan buku. No matter what.

Gaya santai mba Ika Natassa bercerita tentang proses kreatifnya

Dan untuk yang sibuk bekerja, dengan waktu yang 9 to 5, hobi menulis tetapi nggak sempat riset, mba Ika menyarankan untuk “Just write what you know!” Karena dia sendiri, tokoh-tokoh di novelnya selalu yang berhubungan dengan banker, tentu saja karena profesi mba Ika juga seorang banker. Dia juga sempat bercerita tentang John Grisham (My Favorite Writer) adalah seorang Pengacara, itu sebabnya hampir seluruh buku-bukunya bercerita tentang pengacara dan dunia hukum (A Time To Kill, The Client, The Pelican Brief and more). Maka, jika kita memang tak sempat untuk melakukan riset, “Just write what you are, and make it fiction!”. Lalu, ada sebuah tips lagi, mba Ika menyebutnya “anchor event”. Anchor event adalah tentang sebuah peristiwa penting dan berkesan dalam hidupmu, lalu tuliskan. Ah tips yang cocok untuk kuli seperti saya yang memang masih harus bertanggung jawab dengan segala urusan client itu. 🙂

Ah iya, satu lagi pesan mba Ika. Jangan jadikan menulis itu sebagai BEBAN. Just let it flow. Mudah-mudahan kita akan bisa menulis dengan baik. Dan bisa menerbitkan buku best seller juga. *Amiiiinnn….*

Gathering yang menyenangkan. Pengalaman luar biasa. Bertemu penulis-penulis best seller, mendapatkan tips menulis semoga memacu peserta yang hadir untuk bisa terus menulis dan konsisten untuk tetap menulis (terutama saya).

Gallery Peserta Gathering Nulis Buku dan NBC Medan Bersama Ollie dan Ika Natassa