Tentang Kata

hanya sekedar kata-kata

Category Archives: #NulisRandom2017

Toilet Training – #NulisRandom2017

– Hari ke 2 –

Melatih hal-hal mengenai apa saja ke Yash, nggak terlalu sulit. Memintanya mengucapkan maaf ketika melakukan kesalahan, mengucapkan terima kasih ketika sudah dibantu atau diberikan sesuatu dan meminta tolong. Melatihnya untuk meletakkan piring dan gelas kotornya ke wastafel juga mudah. Sekali saja, Yash langsung paham, bahwa ketika selesai makan, harus meletakkan piring dan gelas kotornya langsung ke wastafel. Bahkan, ketika tablet-nya rusak, kami juga nggak terlalu sulit mengalihkan perhatiannya ke mainannya yang lain. Setiap kali dia ingat bahwa tablet-nya rusak, dia akan langsung bilang, “Tablet Yash rusak ya, Mah?” Dan dia tak akan memaksa untuk meminjam handphone saya atau ayahnya. Sejauh ini, mainan digitalnya hanya sebuah playpad yang berisi latihan huruf hijaiyah, mengaji dan alfabet. Alhamdulillah, sejauh ini Yash sudah mulai belajar menghafal surah Al-Fatihah, meski dengan pelafalan yang belum sempurna.

Diusianya yang ke 3 tahun 6 bulan, Yash masih tergantung pada pospak. Dari pagi sampai pagi lagi. Tak lepas dari pospak. Kalau sejam saja tidak dipakaikan pospak, pipisnya akan berceceran dimana-mana. Belum lagi kalau poop. Saya sampai nggak enak sama orang-orang dirumah, karena najisnya pasti bikin batal wudhu.

Maka, toilet training merupakan latihan yang paling sulit, bukan cuma buat Yash, tapi juga buat saya. Belum lagi cerita-cerita emak-emak di kantor yang bercerita dengan bangga, bahwa anaknya pakai pospak hanya tidur malam saja, bikin saya terintimidasi dengan lambatnya toilet training Yash. Apalagi saya nggak seharian dirumah. Melepaskan toilet training Yash ke adik saya, cuma nambahin repot aja. Akhirnya, saya dan suami memutuskan, bahwa tolet training ke Yash harus dilakukan perlahan-lahan, sampai dia benar-benar paham. Maka, setiap kali saya libur, maka seharian Yash tanpa pospak. Sesekali dia ingat, kalau pengen pipis dia laporan, “Mah, Yash mau pipis,” maka saya akan buru-buru mengajaknya ke kamar mandi. Tapi yang lebih sering adalah, pipisnya udah keluar, baru laporan 😀

Cara itu memang nggak efektif, tapi masih lumayan daripada tidak dicoba sama sekali. Dua minggu pertama, setiap bangun pagi, lepas pospak dan setelah mandi pagi baru pakai lagi sampai Malam. Yang jelas, setiap bangun pagi Yash harus terbiasa dulu pipis di kamar mandi. Dan tiap kali lepas pospak, lebih sering kecolongan. Pipis dulu baru laporan. Kalau sudah begitu, maka saya siap-siap kain pel untuk membersihkan lantai, dan mengepelnya juga lebih dari dua kali, supaya benar-benar bersih.

Sebulan kemudian, Yash mulai terbiasa tanpa pospak di siang hari. Dan malamnya ketika tidur tetap pakai pospak sampai pagi. Lumayan. Yash mulai biasa pipis dan poop, di kamar mandi. karena setiap kali mau pipis, Yash akan minta ke kamar mandi. Begitu juga kalau mau poop, Yash selalu bilang, “Mah, Yash mau jongkok”, karena dirumah Ayah saya masih menggunakan toilet jongkok. Hasilnya, setiap kali mau poop, Yash selalu bilangnya jongkok.

Sekarang, sudah 2 minggu ini Yash tidur malam tanpa pospak, dan nggak ngompol. YEAY!! Alhamdulillah. Diusianya yang ke 3 tahun 8 bulan, Yash sudah benar-benar lepas dari pospak. Dari pagi sampai malam. Setiap malam sebelum tidur, harus pipis dulu, cuci kaki, cuci tangan dan sikat gigi. Mungkin metode toilet training yang kami lakukan tidak terlalu efektif, karena membutuhkan waktu 2 bulan untuk Yash benar-benar lepas dari pospak.

Mungkin memang metode toilet training tiap anak berbeda-beda. Tergantung kesabaran emaknya untuk ngepel lantai membersihkan ceceran pipis di lantai 😀

 

Iklan

Tantangan #NulisRandom2017

– Hari ke 1 – 

#NulisRandom2017

Dua hari yang lalu, saya melihat pengumuman dari akun @nulisbuku mengenai tantangan untuk #nulisrandom2017 di bulan Juni ini. Setiap hari. Tak ada tema khusus. Setiap orang yang ingin ikut tantangan ini, hanya diwajibkan menulis setiap hari. Mengenai apa saja. Yang dibutuhkan hanya membaca. Itu saja. Untuk apa? Supaya kita bisa menuliskan hasil pengamatan dari apa yang dibaca. Anggap saja semacam riset sebelum dilakukan penulisan 😀

Tantangan menulis dulu juga pernah saya lakoni. Bersama kawan-kawan dari nulis buku club dan ngerumpi dot com. Mereka membuat tema berbeda setiap hari. Dan yang ikut tantangan tinggal menulis sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Tak hanya itu, sesekali juga dibuat tantangan mengenai menulis duet, bahkan estafet. Yang ini jelas lebih seru. Karena, yang menentukan tema dan alur cerita yang akan ditulis lebih dari satu kepala. Saya yang biasanya menulis tunggal, jadi lebih tertantang ketika ikut dalam menulis duet atau estafette. Yang jelas, alur cerita akan lebih kata, karena setiap orang punya imajinasi yang berbeda-beda. Meski terkadang, tak seluruh tantangan bisa saya selesaikan dengan baik. Lagi-lagi waktu yang harus saya salahkan, padahal lebih sering karena kemalasan sendiri dan kehabisan ide.

Tapi kali ini, saya memantapkan diri untuk bisa menyelesaikan tantangan ini, apapun yang terjadi. Memang benar, menulis itu tak mudah. Karena dibutuhkan selain ide untuk bisa merangkai kata menjadi satu tulisan yang monarki. Bagaimana membuat tulisan yang dibaca orang lain dengan utuh, sampai selesai. Bukannya tulisan yang hanya dibaca satu dua paragraf, kemudian di skip. Satu-satunya cara avalan dengan berlatih setiap hari. Belakangan, waktu saya memang tersita antara anak-anak, kerjaan rumah, kerjaan kantor, mengajar dan menyiapkan bahan ajar. Sehingga ketika sampai rumah, yang dibutuhkan adalah istirahat sebentar untuk kemudian menghabiskan waktu dengan anak-anak. Menjelang tengah malam, jelas sudah tepar. Tubuh saya sudah nggak bisa diajak begadang seperti waktu masih lajang dulu. Umur memang nggak bisa bohong 😀

Bismillah. Semoga saya bisa istiqomah. Menyelesaikan tantangan dari hari pertama, sampai hari ketigapuluh nanti. Sehingga blog yang sudah lama kosong ini, bisa diisi lagi dengan tulisan sebagai bahan latihan untuk saya.

Yuk, yang mau ikutan, mari kita mulai lagi!!!

Semangat!!!